Berita Purbalingga
Wabup Purbalingga Dimas Luncurkan Dapur Sehat Kelima di Pengadegan
Dapur milik yayasan tersebut sekaligus tercatat sebagai unit kelima dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Purbalingga
Penulis: Farah Anis Rahmawati | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA — Program Makan Bergizi Gratis yang dikelola oleh Yayasan Cahaya Putra Cendekia di Kecamatan Pengadegan, resmi diluncurkan oleh Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani, Senin (7/7/2025).
Dapur milik yayasan tersebut sekaligus tercatat sebagai unit kelima dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Purbalingga.
Menurut Wabup, progam MBG yang diinisiasi oleh Presiden RI Prabowo Subianto ini tidak hanya fokus pada penyediaan makanan yang sehat dan bergizi, tetapi juga memberikan multiplayer efek yang signifikan. Salah satunya dalam menurunkan angka stunting, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.
Ia pun berharap, kedepannya perlu ada pengawasan berkala dari pihak Puskesmas serta tenaga ahli gizi, untuk memastikan makanan yang disalurkan aman dan layak dikonsumsi.
Sementara itu, Kepala SPPG Yayasan Cahaya Putra Cendekia, Intan Daud menyatakan, di hari pertama pelaksanaan pihaknya melayani sebanyak 1.521 penerima manfaat yang terdiri dari siswa TK/KB, PAUD, SD dan kelompok B3 atau ibu hamil, menyusui dan balita.
"Karena masih libur sekolah, maka siswa SMP dan SMA belum terlayani. Pelayanan untuk mereka akan dimulai pada 14 Juli 2025 mendatang," katanya.
Kemudian, ia juga menyampaikan setelah seluruh jenjang pendidikan aktif kembali, maka total penerima manfaat yang dilayani akan mencapai 3.148 orang.
Menu makanan yang disajikan menurutnya, juga tidak akan dibedakan, namun akan disesuaikan berdasarkan usia dan kebutuhan gizi masing-masing penerima manfaat oleh tim ahli gizi yang bertugas.
Baca juga: Mahasiswa di Semarang Kaget Temukan Puluhan Peluru Senjata Api di Kedai Es Teh
Adapun tim pelaksana di SPPG ini terdiri dari satu kepala SPPG, satu ahli gizi, satu akuntan, dan 47 relawan yang seluruhnya merupakan warga lokal. Sedangman untuk bahan pangan, khususnya sayur-sayuran, menurutnya akan dipasok langsung dari Desa Serang, Kecamatan Karangreja.
Lebih lanjut, Ketua Yayasan Cahaya Putra Cendekia, Sarjono, yang merupakan anggota DPRD juga mengajak agar masyarakat di wilayah Pengadegan mulai melakukan inovasi dalam pertandingan untuk mendukung kebutuhan dapur sehat.
"Karena hasil panen berpotensi untuk dibeli oleh dapur sehat," katanya.
Menurutnya, saat ini di Kabupaten Purbalingga baru ada sekitar 40 pihak yang mengajukan pendirian SPPG, padahal untuk mencakup seluruh wilayah Purbalingga, dibutuhkan sekitar 60 hingga 70 dapur sehat.
"Saat ini kami juga sedang merintis dapur sehat di Desa Langgar, Kejobong, yang menurut penilaian Badan Gizi Nasional sudah mencapai progres 40 persen," katanya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.