Berita Jateng
Ternyata Tradisi Menerbangkan Balon Udara di Wonosobo Ada Sejak Zaman Kolonial, Ini Buktinya
Festival ini menjadi bagian dari dua agenda besar tahunan Wonosobo, selain Festival Mudik yang digelar saat Lebaran.
Penulis: Imah Masitoh | Editor: khoirul muzaki
Agus menyebut Java Balloon Attraction kali ini menarik perhatian lebih dari 10 ribu pengunjung.
“Kami menyediakan area seluas dua hektare. Tidak hanya atraksi balon, tetapi juga kuliner khas Wonosobo agar masyarakat bisa menikmati pengalaman wisata secara menyeluruh,” tambahnya.
Baca juga: Anggota Komisi II DPR RI Menilai Putusan MK tentang Pemisahan Pemilu Buat Rakyat Susah
Ia menambahkan, pengakuan HKI ini juga dilengkapi dengan hak cipta atas sebuah buku yang mendokumentasikan sejarah dan makna tradisi balon udara di Wonosobo.
Lebih lanjut disampaikan terdapat dokumen berupa foto balon yang diambil dari atas pabrik Tambi pada tahun 1920-an, menunjukkan bahwa tradisi ini telah ada jauh sebelum Indonesia merdeka.
“Kami punya banyak dokumen dan catatan sejarah sebagai bukti. Ini membuktikan bahwa balon adalah bagian dari identitas budaya Wonosobo sejak lama,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa perjuangan panjang ini akan menjadi motivasi untuk terus menyelenggarakan event yang berkualitas dan memperkuat posisi Wonosobo sebagai salah satu destinasi budaya unggulan. (ima)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/006072025-balon-udara-wonosobo-di-Java-Balloon-Attraction-2025.jpg)