Bisnis

Pegadaian di Semarang Diserbu Para Orangtua yang Gadaikan Perhiasannya untuk Biaya Pendidikan Anak

Menjelang tahun ajaran baru, deretan wajah tua-muda silih berganti datang ke Pegadaian Cabang Depok, Kota Semarang.

Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: Rustam Aji
tribun jateng/Rezanda Akbar D.
SUASANA PEGADAIAN- Kondisi Pegadaian Depok Kota Semarang, Senin (7/7/2025). Banyak orangtua menggadaikan barangnya untuk biaya pendidikan anak-anaknya. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Suasana Pegadaian Cabang Depok, Kota Semarang, terlihat ramai oleh orang-orang yang mau menggadaikan barangnya, Senin (7/7/2025).

Rata-rata yang datang adalah mereka yang membutuhkan uang untuk biaya pendidikan anaknya.

Maklum saja, minggu depan sudah memasuki pelajaran baru, termasuk untuk perguruan tinggi juga sudah mulai melakukan pembayaran.

Sebut saja misalnya Yeni Sulistyawati, warga Mugas. 

Dia mengaku bukan pertama kali ke pegadaian, namun sudah sering ke pegadaian. 

"Biasanya buat bayar-bayar sekolah, terus KKN anak juga. Yang dadakan-dadakan itu loh, yang nggak terencana," ujarnya sambil menggenggam resi pengajuan gadai, Senin (7/7/2025) siang itu.

Yeni membawa emas miliknya dan berhasil mendapatkan dana segar dari gadainya sekitar Rp 8 juta. 

Uang itu rencananya akan digunakan untuk biaya kuliah anaknya yang sedang persiapan Kuliah Kerja Nyata (KKN). 

Ia mengaku lebih memilih gadai dibanding meminjam kepada orang lain.

“Daripada pinjam orang, mending di sini. Enggak repot, enggak ngerepotin siapa-siapa. Kita punya barang, taruh sini, tinggal bayar jasa, selesai,” ucapnya.

Yeni biasanya mengambil tenor pinjaman 3 hingga 4 bulan. Kalau belum sempat melunasi pokoknya, ia cukup membayar bunga agar masa pinjaman diperpanjang. 

Baca juga: Ketua Komisi VI DPR Apresiasi Kiprah BNI Dorong Inklusi Keuangan dan Keberpihakan Sosial

Menurutnya, sistem ini memudahkan dan tidak memberatkan selama ia masih punya emas yang bisa dijadikan jaminan.

Fenomena seperti Yeni bukan hal baru bagi Pegadaian, apalagi menjelang tahun ajaran baru. 

Menurut Pemimpin Cabang Pegadaian Depok Semarang, Sri Mahartini, periode ini menjadi salah satu masa paling sibuk dalam kalender gadai.

“Menjelang tahun ajaran baru ini memang ada pertumbuhan yang signifikan. Dibanding bulan Mei, di Juli ini ada peningkatan Outstanding Loan (OSL) sebesar Rp2 miliar,” jelas Sri.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved