Berita Jateng
LENGKAP Daftar Agenda Dua Abad Hari Jadi Kabupaten Wonosobo
Seluruh prosesi Hari Jadi Kabupaten Wonosobo terasa lebih dari sekadar tontonan
Penulis: Imah Masitoh | Editor: khoirul muzaki
Sumber mata air yang diambil ini telah dipilih sejak lama dan diyakini membawa kekuatan spiritual serta menjadi nadi kehidupan masyarakat Wonosobo.
Tujuh sumber mata air tersebut di antaranya Tuk Bima Lukar, Tuk Goa Sumur, Tuk Mudal, Tuk Surodilogo, Tuk Tempurung, Tuk Kaliasem, dan Tuk Sampang.
Air dari ketujuh sumber ini diambil secara bergiliran, diiringi doa dan tata cara ritual adat yang dilestarikan turun-temurun.
Para sesepuh membawa kendi-kendi, mengumpulkan air suci dengan penuh kehati-hatian.
Setelah semuanya terkumpul, ketujuh air tersebut nantinya akan dicampur menjadi satu, menciptakan air tunggal yang menjadi simbol persatuan dan keberkahan.
Air suci ini akan digunakan dalam upacara Birat Sengkala dan Hastungkoro, dua ritual penting dalam peringatan Hari Jadi Kabupaten Wonosobo.
Tujuannya bukan hanya menolak bala dan mengusir energi negatif, tetapi juga memohon restu leluhur dan alam agar Wonosobo senantiasa damai, sejahtera, dan terhindar dari bencana.
Bedhol Kedhaton di Desa Plobangan
Salah satu prosesi Hari Jadi Kabupaten Wonosobo yang paling sarat makna adalah Bedhol Kedhaton.
Prosesi ini menceritakan perpindahan pusat pemerintahan dari Kecamatan Selomerto ke Kecamatan Wonosobo yang kini menjadi ibu kota kabupaten.
Bedhol Kedhaton bukan sekadar simbol geografis, tapi penanda peralihan pusat kekuasaan, budaya, dan peradaban.
Dulu, pemerintahan Wonosobo berpusat di Desa Plobangan, Kecamatan Selomerto. Sebuah wilayah yang menyimpan jejak awal mula terbentuknya kabupaten.
Dalam momentum ini berlangsung pula prosesi pasrah tampi panji yaitu serah terima panji terakhir dari desa paling ujung, sebagai penutup kirab panji yang sebelumnya telah berkeliling di seluruh kecamatan se-Kabupaten Wonosobo.
Salah satu rangkaian penting dalam acara ini juga yakni pengambilan air suci dari Tuk Sampang. Air ini melengkapi enam mata air lain yang sebelumnya sudah diambil.
Usai pengambilan air, Bupati dan jajaran Forkopimda akan melanjutkan prosesi dengan ziarah ke makam Ki Ageng Wonosobo salah satu tokoh pendiri Wonosobo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Kirab-hari-jadi-Banjarnegara.jpg)