Berita Jateng
LENGKAP Daftar Agenda Dua Abad Hari Jadi Kabupaten Wonosobo
Seluruh prosesi Hari Jadi Kabupaten Wonosobo terasa lebih dari sekadar tontonan
Penulis: Imah Masitoh | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Tahun 2025 Kabupaten Wonosobo tak sekadar merayakan ulang tahun saja namun menandai tonggak perjalanannya yang ke-200 tahun atau 2 abad.
Sebuah usia yang tidak hanya soal angka namun perjalanan yang begitu panjang, telah dilaluinya hingga sampai pada usai saat ini.
Peringatan ini bukan hanya sekadar seremonial saja, melainkan mengajak masyarakat menoleh ke belakang sekaligus menapaki masa depan.
Seluruh prosesi Hari Jadi Kabupaten Wonosobo terasa lebih dari sekadar tontonan. Rangkaian Hari Jadi Kabupaten Wonosobo setiap tahunnya disusun dalam prosesi-prosesi yang tak hanya indah dilihat, tetapi juga sarat akan makna.
Serah Terima Panji-panji
Serah terima panji kabupaten mengawali rangkaian prosesi Hari Jadi Kabupaten Wonosobo. Prosesi ini biasanya dilaksanakan di area Pendopo Bupati Wonosobo.
Prosesi ini bukan sekadar simbol administratif, melainkan perwujudan semangat estafet kepemimpinan, tanggung jawab sejarah, dan penghormatan terhadap nilai-nilai luhur yang menjadi dasar berdirinya Wonosobo.
Prosesi diawali dari Pendopo Kabupaten Wonosobo, tempat seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat berkumpul dalam balutan busana adat.
Dalam suasana khidmat, Bupati Wonosobo akan menyerahkan Song-song Catragung Pangayom kepada para camat se-Kabupaten Wonosobo.
Payung klasik ini bukan sekadar benda, melainkan simbol penting bahwa seorang pemimpin harus menjadi pelindung bagi rakyatnya, membawa kesejukan, ketenteraman, dan rasa aman di tengah gejolak kehidupan.
Selanjutnya, Tombak Korowelang Kantentreman biasanya diserahkan oleh Kapolres Wonosobo kepada Kapolsek dari masing-masing kecamatan.
Tombak pusaka ini bukan hanya peninggalan masa kolonial, ketika Wonosobo berada di garis depan perlawanan terhadap penjajah, tetapi kini juga menjadi simbol semangat baru.
Di masa modern, tombak ini menandai tekad bersama untuk menghadapi musuh-musuh yang lebih abstrak namun nyata seperti masalah kemiskinan, pendidikan, dan ketimpangan sosial.
Sementara itu, dari sisi legislatif, Ketua DPRD Kabupaten Wonosobo menyerahkan Panji Gegunungin Praja, bendera lambang daerah, kepada para sekretaris kecamatan.
Bendera ini menjadi representasi dari identitas lokal yang dibangun dari akar budaya dan kebersamaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Kirab-hari-jadi-Banjarnegara.jpg)