Rabu, 15 April 2026

Berita Purbalingga

SPMB di Beberapa Sekolah di Purbalingga Sempat Terkendala Pembuatan Akun

kedua sekolah tersebut terlihat tidak terlalu ramai pendaftar, hanya ada beberapa pendaftar saja

|
Farah Anis
SPMB 2025— Suasana loket pendaftaran SPMB hari kedua di SMPN 1 Padamara, Selasa (24/6/2025). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA — Suasana beberapa sekolah terlihat sepi dan tidak terlalu ramai dipadati pendaftar, di hari terakhir pendaftaran akun SPMB, Kamis (26/6/2025). 


Salah satunya ialah di SMPN 1 Padamara dan SMPN 1 Kalimanah, di hari terakhir pendaftaran akun, kedua sekolah tersebut terlihat tidak terlalu ramai pendaftar, hanya ada beberapa pendaftar saja yang datang ke sekolah tersebut didampingi dengan orang tua atau walinya masing-masing. 


Kepala SMPN 1 Padamara dan Plt Kepala SMPN 1 Kalimanah, Titik Widjati, menyebut, pelaksanaan SPMB di dua sekolahnya berjalan lancar, meskipun mulanya sempat terkendala pada proses pembuatan akun. 


Menurutnya, kendala terbesar dalam proses SPMB ini ialah kurangnya pemahaman orang tua atau wali, dan calon murid itu sendiri dalam membuat akun. 


"Kalau kendala sejauh ini itu pada orang tua. Kalau dari SMP ke SMA mungkin gak masalah, tapi kalau SD ke SMP itu banyak yang belum bisa, khsusunya dalam pembuatan akun," katanya. 


Ia juga menyebut, hal ini tidak hanya terjadi di SMPN 1 Padamara saja, di SMPN 1 Kalimanah juga mengalami hal yang serupa. 


"Sebelumnya kita sudah mencoba dibantu dari bapak ibu guru SD nya, untuk membantu bagaimana cara pembuatan akunnya, tapi ternyata masih banyak kekeliruan," lanjutnya. 

Baca juga: Mengerikan Rumah di Wonosobo Tersambar Petir Sampai Hancur, Penghuni Terluka


Sehingga, ia mengatakan, proses pendaftaran yang tadinya diharapkan dapat berjalan dengan cepat, alhasil harus membutuhkan waktu yang cukup lama. 


"Satu anak itu bisa 15-20 menit, untuk buat akun, daftar dan verifikasi hingga sah. Harusnya bisa lebih cepat jika mereka sudah buat sendiri, namun memang karena banyak yang belum paham dan rata-rata mereka juga merasa ragu ya, akhirnya semua prosesnya dibuat di sekolah," jelasnya. 


Sementara itu, hal serupa juga dialami oleh SMPN 2 Karangreja. Plt Kepala SMPN 2 Karangreja, Azan Hendarto mengatakan, pembuatan akun masih menjadi kendala bagi beberapa orang tua dan calon siswa.


"Mungkin karena latar belakang mayakarat juga ya. Tetapi kami tetap mendampingi, dan alhamdulilah meskipun sedikit terkendala semua tetap berjalan dengan lancar hingga hari ini," katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved