Berita Banyumas

Warga Banyumas Adukan Tiga 'Dosa' Pelayanan Puskesmas Purwokerto Selatan

Warga mengadukan bobroknya layanan Puskesmas Purwokerto Selatan: antrean kacau, tunggu 2 jam, dan nakes tak ramah. Dinkes Banyumas didesak evaluasi.

Penulis: daniel a | Editor: Daniel Ari Purnomo
DOKUMENTASI PRIBADI WARGA
PELAYANAN PUSKESMAS: Suasana pelayanan Puskesmas Purwokerto Selatan. Warga mengadukan bobroknya layanan Puskesmas Purwokerto Selatan: antrean kacau, tunggu 2 jam, dan nakes tak ramah. Dinkes Banyumas didesak evaluasi total. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Bayang-bayang ketidakpastian menyelimuti pasien di Puskesmas Purwokerto Selatan.

Keluhan tajam mengenai kualitas pelayanan di fasilitas kesehatan milik pemerintah ini mencuat setelah seorang warga melayangkan aduan resmi pada Sabtu (21/6/2025), menyoroti serangkaian masalah yang telah lama meresahkan.

Dalam laporan tersebut, terungkap tiga isu utama yang menjadi biang keladi kekecewaan pasien.

Baca juga: Cek! BPJS Kesehatan Nonaktifkan Status 132.541 Peserta JKN BPI di Banyumas, Purbalingga, dan Cilacap

Pertama adalah mekanisme antrean yang dinilai amburadul.

"Nomor diberikan begitu saja di depan pintu tanpa aturan yang jelas, akibatnya pasien yang datang lebih awal justru tertinggal oleh yang datang terakhir," tulis pelapor, menggambarkan situasi yang tidak adil.

Kekacauan sistem antrean ini berujung pada masalah kedua, yakni waktu tunggu yang luar biasa lama.

Pasien melaporkan harus menghabiskan waktu hingga dua jam hanya untuk mendapatkan satu jenis layanan, sebuah penantian yang menguras energi dan kesabaran.

Melengkapi potret buram pelayanan, isu ketiga menyoroti etika petugas.

Sejumlah tenaga medis di puskesmas tersebut dianggap bersikap kurang ramah dan minim empati, sehingga menciptakan suasana yang tidak nyaman bagi warga yang datang untuk berobat.

Lebih jauh, pelapor menegaskan bahwa aduan ini bukan sekadar keluh kesah sesaat.

Menurutnya, masalah ini menyangkut hak mendasar masyarakat untuk memperoleh layanan kesehatan yang cepat, adil, dan manusiawi.

Kegagalan sistemik seperti ini dikhawatirkan dapat menggerus kepercayaan publik terhadap fasilitas kesehatan pemerintah.

Oleh karena itu, sorotan tajam kini diarahkan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas.

Warga menaruh harapan besar agar Dinkes segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem antrean, meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan, dan memastikan standar operasional prosedur (SOP) dijalankan tanpa kompromi.

Hingga berita ini dimuat, aduan yang menyuarakan keresahan banyak warga tersebut masih menggantung tanpa respons resmi dari pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas.

Sumber: Tribun Banyumas
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved