Senin, 13 April 2026

Berita Banyumas

Bupati Banyumas Sebut Desa Dawuhan Calon Percontohan Nasional Koperasi Desa Merah Putih

Bupati Banyumas optimis Desa Dawuhan jadi percontohan nasional Koperasi Desa Merah Putih, targetkan semua desa punya koperasi legal.

TRIBUN BANYUMAS/ PERMATA PUTRA SEJATI
SOFT LAUNCHING - Menteri Koperasi RI, Budi Arie Setiadi saat membeli produk beras organik menggunakan Qris dari Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Desa Dawuhan, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Sabtu (21/6/2025). Produk unggulan padi organik sudah dikembangkan sejak 2017 oleh kelompok tani setempat.  

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menyebut Desa Dawuhan, di Kecamatan Banyumas sebagai desa yang istimewa dan layak menjadi percontohan nasional dalam pengembangan koperasi desa.

Desa ini merupakan lokasi soft launching Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, yang digagas sebagai gerakan nasional koperasi dari akar rumput.

Sadewo menyampaikan hingga pertengahan Juni 2025 sudah ada 163 desa dan kelurahan di Kabupaten Banyumas yang koperasinya berbadan hukum. 

Baca juga: 3 Koperasi Merah Putih di Banyumas Bakal Jadi Percontohan, Soft Launching Dihadiri Wamenkop

Ia menargetkan seluruh 331 desa dan kelurahan di Kabupaten Banyumas akan selesai proses legalitasnya pada bulan ini.

"Desa Dawuhan ini akan jadi percontohan terbaik. 

Tempat ini juga akan didoakan oleh leluhur karena Margono Djojohadikusumo dimakamkan di sini. 

Ini desa bersejarah," ujar Sadewo, Sabtu (21/6/2025).

Ia menambahkan, kehadiran Kopdes Merah Putih mendapat momentum kuat karena adanya perhatian besar dari pemerintah pusat, terlebih mengingat leluhur Presiden Prabowo Subianto, berasal dari Banyumas.

Sadewo juga menegaskan perlunya pembentukan koperasi sekunder di tingkat kabupaten yang dapat memberikan arahan agar koperasi-koperasi desa tetap berada di jalur yang tepat.

Kehadiran Kopdes Merah Putih menjadi tantangan dalam hal digitalisasi yang besar.

Meski memiliki semangat tinggi, pengurus Kopdes Merah Putih Dawuhan mengakui masih menghadapi tantangan serius terutama dalam hal penguasaan teknologi informasi dan digitalisasi keuangan.

Bendahara Kopdes, Tri Masitah, mengaku belum sepenuhnya menguasai sistem pengelolaan keuangan berbasis digital.

"Terus terang, saya belum menguasai IT. 

Tapi dari atas katanya nanti akan ada pendampingan, termasuk pengelolaan keuangan secara digital," ujar Tri kepada Tribunbanyumas.com. 

Namun, ia optimistis, karena ke depan koperasi akan mendapat pembinaan langsung dari BNI, serta dukungan dari sejumlah BUMN untuk memperkuat unit usaha yang dijalankan.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved