Berita Banyumas

Jalan di Randegan Banyumas Ditutup Orang Tak Dikenal, Warga & UMKM Protes

Warga Desa Randegan, Wangon, mengeluhkan penutupan jalan mendadak oleh 'orang tak dikenal' yang mengganggu aktivitas warga dan UMKM di wilayah itu.

Penulis: daniel a | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNNEWS
PROTES PENUTUPAN JALAN: Ilustrasi penutupan jalan. Warga Desa Randegan, Wangon, mengeluhkan penutupan jalan mendadak oleh 'orang tak dikenal' yang mengganggu aktivitas warga dan UMKM di wilayah itu. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Aktivitas warga dan pelaku UMKM di Dusun Cigeblug, Desa Randegan, Kecamatan Wangon, dilaporkan terganggu akibat adanya penutupan jalan secara mendadak.

Seorang warga, pada Selasa (17/6/2025), mengadukan bahwa penutupan tersebut dilakukan oleh pihak yang tidak ia kenal, sehingga menimbulkan kebingungan dan keresahan.

Menanggapi laporan ini, pihak Kecamatan Wangon langsung melakukan konfirmasi ke pemerintah desa setempat dan memberikan penjelasan lengkap mengenai alasan di balik penutupan jalan tersebut.

Penutupan Jalan Mendadak

Dalam laporannya, warga tersebut menyatakan bahwa penutupan jalan di sepanjang RT 003 hingga RT 002 di RW 003 Desa Randegan sangat mengganggu mobilitas.

Ia pun mempertanyakan siapa pihak yang memiliki wewenang untuk melakukan penutupan jalan, terutama karena ia mengira jalan tersebut berstatus jalan kabupaten.

"Penutupan tersebut sangat mengganggu kendaraan untuk aktifiitas warga & beberapa UMKM yang ada di wilayah tersebut," tulisnya.

Jawaban Kecamatan

Pihak Kecamatan Wangon, setelah berkoordinasi dengan Kepala Desa Randegan, memberikan klarifikasi.

Ternyata, penutupan jalan tersebut bukanlah tindakan liar, melainkan bagian dari kegiatan pembangunan desa.

"Memang benar dilakukan penutupan jalan SEMENTARA, karena sedang ADA PENGASPALAN JALAN DESA," tulis admin Kecamatan Wangon.

Penjelasan ini sekaligus mengoreksi anggapan warga.

Jalan yang sedang diperbaiki tersebut berstatus jalan desa, bukan jalan kabupaten.

Lebih lanjut, pihak kecamatan menjelaskan bahwa keputusan untuk menutup total jalan tersebut diambil karena alasan keselamatan.

Sebelum ditutup, dilaporkan ada beberapa pengguna jalan yang tergelincir di lokasi proyek.

"Sehingga untuk meminimalisir kecelakaan dan percepatan pelaksanaan pekerjaan, maka dilakukan penutupan jalan SEMENTARA," tambahnya.

Pihak kecamatan juga memastikan bahwa pekerjaan pengaspalan tersebut akan segera selesai, sehingga jalan dapat kembali dibuka dan dilalui oleh masyarakat.

Kasus ini menyoroti pentingnya sosialisasi dari pelaksana proyek kepada warga sekitar sebelum melakukan penutupan jalan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved