Berita Banyumas
Pengamen dan Parkir Liar 'Getok' Harga di Menara Teratai Purwokerto
Warga keluhkan maraknya pengamen dan parkir liar dengan tarif Rp3.000 di Menara Teratai. Satpol PP Banyumas berjanji akan segera melakukan penertiban.
Penulis: daniel a | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Kawasan Menara Teratai Purwokerto kembali menjadi sorotan publik.
Seorang warga melalui kanal aduan pada Selasa (10/6/2025), mengeluhkan maraknya pengamen dan praktik parkir liar yang dinilai meresahkan pengunjung di salah satu ikon utama Banyumas tersebut.
Menanggapi hal ini, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Banyumas menyatakan akan segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan penertiban.
Baca juga: "Sejam Ping 15 Sing Teka!" Warga Purwokerto Keluhkan Pengamen di Menara Pandang
Dalam laporannya, warga tersebut menyoroti dua masalah utama yang mengganggu kenyamanan di Menara Teratai.
Pertama adalah keberadaan pengamen yang jumlahnya sangat banyak.
Kedua, yang lebih meresahkan, adalah praktik parkir liar yang mematok tarif tidak wajar.
"Parkir ada yang minta 3000 per motor," tulis pelapor.
Ia juga menambahkan bahwa para juru parkir liar tersebut menolak jika diberi uang seribu rupiah.
"Mana gamau 1000 kalo 1000 pasti ga di parkirin," tambahnya.
Pelapor juga mengaitkan masalah ini dengan citra Kota Purwokerto di mata pendatang, terutama mahasiswa dari luar daerah bahkan luar negeri.
Ia menyebut isu parkir liar ini sudah sering menjadi konten video di platform TikTok.
Satpol PP Banyumas memberikan respons komprehensif atas aduan tersebut.
Pihaknya berterima kasih atas laporan warga dan berjanji akan segera mengambil langkah konkret di lapangan.
"Kami akan segera berkoordinasi dengan tim lapangan dan pihak terkait untuk melakukan penertiban terhadap aktivitas pengamen dan pengelola parkir liar yang tidak sesuai aturan," tulis admin Satpol PP.
Secara khusus, Satpol PP juga menegaskan akan memastikan tarif parkir yang berlaku sesuai dengan ketentuan resmi yang telah ditetapkan pemerintah.
Pihak Satpol PP juga mengimbau masyarakat untuk terus proaktif dengan melaporkan lokasi dan waktu kejadian yang lebih spesifik.
Menurutnya, aspirasi dan laporan detail dari masyarakat sangat membantu tim di lapangan untuk melakukan penanganan secara tepat dan cepat demi menjaga kenyamanan wilayah publik.
| Menjaga Warisan Sejak 1957, Batik Hadipriyanto Konsisten Produksi Motif Khas Banyumasan |
|
|---|
| Abdul Mu'ti Tepis Anggaran Pendidikan untuk MBG, Program Revitalisasi Sekolah Masih Jalan |
|
|---|
| Payung Shufa Pecahkan Rekor MURI di Puhua School Purwokerto, Angkat Tema Toleransi |
|
|---|
| Respons Cepat Aduan Warga, Pemkot Semarang Kerahkan Alat Berat Keruk Drainase Jalan Gajah Raya |
|
|---|
| Perkantoran di Banyumas Masuk Kawasan Tanpa Rokok, Wajib Sediakan Tempat Khusus Merokok |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/menara-teratai-purwokerto-Rabu-2742022.jpg)