Berita Semarang
Kritik Fenomena Guru Ngaji Berharap Murid Ramai, KH Abdullah: Harus Ikhlas Berharap Ridha Allah
KH Much. Abdullah kritik fenomena guru ngaji berharap murid ramai di MMQ ke-38 Semarang. Ingatkan pentingnya ikhlas & makhraj metode Qiroati.
Ringkasan Berita:
- Ikhlas mengajarkan Al Qur'an merupakan wujud kemuliaan tertinggi yang menjadikan seseorang digolongkan sebagai insan terbaik.
- Namun fenomena nya Mu'allimin sering berharap banyak murid juga tamunya yang datang ramai sehingga memadati rumahnya atau tempat pendidikan Al Qur'an
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG – Para pendidik Al-Qur'an (Mu'allimin) diingatkan untuk tidak terjebak dalam fenomena mengharapkan murid maupun tamu yang ramai demi gengsi tempat pendidikan.
Berdasarkan kajian kitab At-Tibyan Fi Adabi Hamalati Al-Qur'an, kemuliaan tertinggi seorang guru ngaji justru terletak pada keikhlasannya yang murni tanpa mengharapkan imbalan duniawi.
Hal tersebut ditegaskan oleh ulama kharismatik, KH Much. Abdullah, dalam tausiyahnya di hadapan ratusan pendidik pada acara Majlis Mu’allimil Qur’an (MMQ) ke-38 Koordinator Cabang (Korcab) Semarang 1 di Masjid Kampus Universitas Diponegoro (Undip), Tembalang, Kota Semarang, pada Ahad (17/5/2026).
"Padahal mereka tidak diperintahkan melainkan untuk menyembah Allah dengan mengikhlaskan agama karena-Nya," ujar KH Much. Abdullah menukil Al-Qur'an Surah Al-Bayyinah ayat 5, menegaskan pentingnya keikhlasan guru mengaji Al-Qur'an dalam mengajar.
Pentingnya Ketelitian Membaca dan Warisan Metode Qiroati
Selain menekankan aspek spiritual, kegiatan MMQ ini juga menjadi momentum untuk menyegarkan kembali prinsip-prinsip metodologi pengajaran Al-Qur'an yang benar. Salah satu poin krusial yang dibahas adalah ketelitian dalam memperhatikan panjang-pendek ketukan serta makhraj (tempat keluarnya) huruf.
Pendidik Al-Qur'an memiliki kewajiban moral untuk senantiasa mengingatkan para santri agar berhati-hati saat mendarus. Kesalahan pelafalan huruf dinilai fatal karena dapat mengubah makna ayat secara total.
Baca juga: Hari Raya Iduladha 2026 Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah Bareng: 27 Mei 2026
Sebagai contoh, dalam Surah Ibrahim ayat 7, kesalahan mengucapkan huruf Syin yang dibaca menjadi Sin akan mengubah arti kata yang seharusnya bermakna "bersyukur" menjadi "mabuk".
Aturan ketat ini merujuk pada pesan mendalam dari KH Dachlan Salim Zarkasyi, sosok ulama legendaris sekaligus pendiri metode Qiroati pertama di Indonesia.
Ratusan Pendidik Ikuti Khotmil Qur'an
Pertemuan berkala para guru ngaji ini dikemas dengan sistem tadarus bersama yang terukur. Sekretaris Koordinator Pendidikan Al-Qur'an Metode Qiroati Cabang Kota Semarang 1, Ustadz Arif, menjelaskan bahwa esensi dari kegiatan Majlis Mu’allimil Qur’an Semarang ini adalah saling menyimak kualitas bacaan.
"Sistemnya bergiliran, satu orang membaca satu lembar, sementara pendidik yang lain menyimak dan mencatat jika ada kesalahan," jelas Ustadz Arif.
Dirinya menambahkan, agenda MMQ ke-38 metode Qiroati ini dihadiri oleh sedikitnya 424 Ustadz dan Ustadzah se-Semarang 1. Selain mendarus, ratusan pendidik tersebut juga khidmat mengikuti prosesi tahtim dan khotmil Qur'an sebagai penutup rangkaian acara utama. (Rini Rahayu/Persatuan Pensiunan dan Alumni RRI Semarang/Ustadzah Metode Qiroati Semarang 1)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260518-qirati.jpg)