Rabu, 29 April 2026

Success Story

Manfaatkan kekayaan Alam, Batik Bikinan Putri Kini Tembus Pasar Dunia

Putri tak menggunakan pewarna kimia. Ia meracik warna dari daun ketapang, batang kayu secang, kayu tegeran, dan aneka tanaman yang ditanam sendiri

Penulis: budi susanto | Editor: Rustam Aji
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
BATIK KARYA PUTRI - Putri Merdekawati pemilik rumah produksi Batik Si Putri memperlihatkan koleksi batik alam di rumah batik miliknya yang terletak di Jl. Watusari, Kelurahan Pakintelan Gunungpati Kota Semarang, Minggu (25/5/2025). Batik tersebut telah tembus ke pasar Eropa, Amerika hingga Asia. 

Batik buatan Putri, yang dinamai Batik Warna Alam, telah menjelajah dunia,  Jepang, Korea, Jerman, Kanada, hingga Amerika Serikat. 

Bahkan pernah mendapat pesanan eksklusif dari hotel Burj Khalifa di Dubai, untuk pewarnaan bahan furnitur bukan kain.

"Siapa sangka, dari daun-daunan yang jatuh di tanah, bisa sampai ke hotel tertinggi di dunia," ujarnya tersenyum.

Harga batiknya berkisar dari Rp 300 ribu hingga jutaan rupiah, tergantung tingkat kerumitan dan motif. 

Baca juga: Prihatin Rob di Sayung Demak, Gubernur Jateng Luthfi Mengaku Malu Tak Ada Perubahan

Omzet per bulan? Antara Rp 35 juta hingga Rp 40 juta. Tapi bagi Putri, angka itu bukan segalanya.

"Yang lebih penting adalah semangat kami menjaga lingkungan tetap hidup, dan para perajin bisa sejahtera tanpa harus merusak alam," ucapnya.

Bagi Putri, batik bukan hanya warisan budaya. Ia adalah warisan hati yang merangkul bumi, manusia, dan masa depan. 

Dari pinggiran Semarang, suara dedaunan kini berbicara ke dunia, lewat tangan-tangan kecil yang bekerja dengan cinta. (bud)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved