Success Story
Manfaatkan kekayaan Alam, Batik Bikinan Putri Kini Tembus Pasar Dunia
Putri tak menggunakan pewarna kimia. Ia meracik warna dari daun ketapang, batang kayu secang, kayu tegeran, dan aneka tanaman yang ditanam sendiri
Penulis: budi susanto | Editor: Rustam Aji
Batik buatan Putri, yang dinamai Batik Warna Alam, telah menjelajah dunia, Jepang, Korea, Jerman, Kanada, hingga Amerika Serikat.
Bahkan pernah mendapat pesanan eksklusif dari hotel Burj Khalifa di Dubai, untuk pewarnaan bahan furnitur bukan kain.
"Siapa sangka, dari daun-daunan yang jatuh di tanah, bisa sampai ke hotel tertinggi di dunia," ujarnya tersenyum.
Harga batiknya berkisar dari Rp 300 ribu hingga jutaan rupiah, tergantung tingkat kerumitan dan motif.
Baca juga: Prihatin Rob di Sayung Demak, Gubernur Jateng Luthfi Mengaku Malu Tak Ada Perubahan
Omzet per bulan? Antara Rp 35 juta hingga Rp 40 juta. Tapi bagi Putri, angka itu bukan segalanya.
"Yang lebih penting adalah semangat kami menjaga lingkungan tetap hidup, dan para perajin bisa sejahtera tanpa harus merusak alam," ucapnya.
Bagi Putri, batik bukan hanya warisan budaya. Ia adalah warisan hati yang merangkul bumi, manusia, dan masa depan.
Dari pinggiran Semarang, suara dedaunan kini berbicara ke dunia, lewat tangan-tangan kecil yang bekerja dengan cinta. (bud)
| Hadiri Sedekah Laut di Tambak Lorok, Wali Kota Semarang Bangga Tradisi Leluhur Terjaga |
|
|---|
| Prihatin Rob di Sayung Demak, Gubernur Jateng Luthfi Mengaku Malu Tak Ada Perubahan |
|
|---|
| Beri Pesan ke Pemuda Muhammadiyah, Bupati Purbalingga: Jadilah Penggerak Kemajuan! |
|
|---|
| Sony Targetkan Nol Kasus Keracunan MBG, SPPG Harus Pastikan Makanan yang Disajikan Higienis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/batik-putri-oke.jpg)