Domba Texel Rp5 Juta Jadi Primadona, Tapi Penjualan Hewan Kurban di Tegal Masih Lesu
Meski punya unggulan Domba Texel berbobot 60 kg, Kambing Center Tegal masih menunggu peningkatan pembeli jelang Idul Adha.
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Menjelang Hari Raya Idul Adha 2025, tren penjualan hewan kurban di Kambing Center Tegal masih berjalan lambat.
Hingga akhir Mei ini, peningkatan pembeli belum terasa signifikan, meski stok kambing dan domba sudah disiapkan sejak enam bulan sebelumnya.
Pemilik usaha, Abdul Basir Nagara atau akrab disapa Basir, menyampaikan bahwa tren ini cukup wajar karena biasanya lonjakan pembelian baru terjadi sekitar satu minggu sebelum Hari Raya Kurban.
Baca juga: Misteri Sapi Kurban Prabowo di Tanah Leluhur Banyumas, Seharga Mobil dan Tersembunyi di Gunung
"Biasanya pembeli ramai H-7 sebelum Idul Adha. Jadi saat ini kami masih menunggu, stok juga masih aman," ujar Basir saat ditemui di kandangnya yang berlokasi di Jalan Rajawali No. 40, Desa Slawi Kulon, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, Sabtu (24/5/2025).
Kambing Center Tegal menawarkan berbagai jenis kambing dan domba, seperti kambing lokal, Saanen Peranakan, serta Domba Texel dan Merino.
Domba Texel menjadi unggulan karena bobotnya bisa mencapai 60 kilogram, dagingnya empuk, minim lemak, dan tidak memiliki aroma menyengat.
“Texel itu jadi maskot di sini. Bobot besar, daging lembut, dan tidak bau prengus,” ungkap Basir.
Dari total 300 ekor hewan kurban yang disediakan tahun ini, baru sekitar 120 ekor atau 40 persen yang laku terjual.
Harga jual bervariasi tergantung jenis dan bobot hewan.
Untuk domba seperti Texel dan Merino seberat 60 kilogram ke atas, harganya bisa mencapai Rp5 juta per ekor.
Sementara kambing lokal ukuran kecil dihargai mulai Rp2 juta, dan Saanen Peranakan dibanderol antara Rp3,5 juta hingga Rp4 juta.
Basir menuturkan, domba Merino biasanya ia datangkan langsung dari Wonosobo atau Banjarnegara karena dua wilayah itu dikenal sebagai sentra pengembangannya.
Sedangkan untuk kambing Saanen Peranakan, sudah mulai banyak dibudidayakan di daerah sekitar Tegal.
Soal pelanggan, mayoritas pembeli datang dari wilayah Tegal, Slawi, dan Brebes.
Beberapa dari mereka bahkan membeli hewan kurban lebih awal lalu menitipkannya sampai hari H.
“Biasanya yang beli titip dulu di sini. Nanti kita beri kode khusus di hewan mereka agar tidak tertukar,” kata Basir.
Meskipun tren penjualan tahun ini belum begitu menggembirakan, Basir tetap optimis permintaan akan meningkat menjelang Idul Adha, seperti yang terjadi setiap tahunnya.
| Hanya 5 Menit dari Alun-alun Tegal, Museum Semedo Punya Fosil Kera Besar Gigantopithecus |
|
|---|
| Sungai Gung 'Mengamuk', Jembatan Gantung Danawarih Putus Hingga Warga Sangkanjaya Terisolir |
|
|---|
| Peserta Salat Idulfitri di Masjid Agung Kabupaten Tegal Meluber, Jemaah Diajak Sambung Silaturahim |
|
|---|
| Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa di Kabupaten Tegal Hari ke-18 Ramadan, Minggu 8 Maret 2026 |
|
|---|
| 448 Pejabat Pemkab Tegal Dilantik, Bupati Ischak Beri Pesan Khusus |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20250524-Kambing-Center-Tegal.jpg)