Jumat, 10 April 2026

Berita Jateng

Hanya 5 Menit dari Alun-alun Tegal, Museum Semedo Punya Fosil Kera Besar Gigantopithecus

Gigantopithecus merupakan kera besar yang selama ini hanya dikenal hidup di daerah China. 

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: khoirul muzaki
Tribun Banyumas/Desta Leila Kartika
MUSEUM SEMEDO: Suasana di kawasan Museum Semedo yang beralamat di Desa Semedo, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (4/4/2026). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL- Kabupaten Tegal tidak hanya kaya dengan potensi alam, wisata dan ekonomi kreatif, tapi dari sisi situs purbakala juga ada satu museum yang menjadi potensi luar biasa karena koleksi yang mencapai ribuan dari berbagai jenis.


Selain memiliki koleksi purbakala mencapai ribuan, museum ini juga memiliki koleksi yang diklaim hanya satu-satunya di Indonesia dan belum ditemukan di daerah lain yakni dua fosil Gigantopithecus. 


Gigantopithecus merupakan kera besar yang selama ini hanya dikenal hidup di daerah China. 


Adapun museum yang dimaksud yakni Museum Semedo. 


Sesuai namanya, Museum Semedo beralamat di Desa Semedo, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. 


Staf Penata Pameran Museum Semedo, Hasna Rasyida menerangkan, pembangunan Museum Semedo dimulai pada tahun 2015 dan selesai empat tahun setelahnya atau 2019. 


Terdampak adanya pandemi Covid-19, maka Museum Semedo baru diresmikan dan mulai beroperasi untuk umum pada 12 Oktober 2022. 


Museum Semedo sendiri memiliki luas lahan keseluruhan mencapai 1 hektare terbagi menjadi beberapa titik. 


"Jumlah koleksi purbakala di Museum Semedo sekitar delapan ribuan lebih terdiri dari fosil, artefak, dan replika. Untuk fosil beragam ada fauna laut, peralihan, darat dan manusia purba," jelas Hasna, saat ditemui Tribunjateng.com, Sabtu (4/4/2026). 


Mengenai sejarah penemuan fosil purba di Desa Semedo, diceritakan Hasna berawal sekitar tahun 2005 warga menemukan fosil vertebrata atau bertulang belakang. 


Kemudian setelah penemuan pertama tersebut dan beberapa penemuan lain akhirnya melapor ke dinas terkait sampai singkatnya datang profesor untuk meneliti lebih jauh di Desa Semedo sampai akhirnya ditemukan ribuan fosil. 

Baca juga: Kasihan Pedagang Lansia di Pasar Cilongok Dibayar Pembeli dengan Uang Palsu


Ditemukannya fosil purbakala baik fauna laut, darat, manusia purba dan lainnya, melihat temuan-temuan tersebut disinyalir lingkungan Desa Semedo ini sudah ada sejak 2,4 juta tahun yang lalu. 


"Desa Semedo sendiri dahulu kala merupakan wilayah lautan yang lambat laun seiring perkembangan zaman menjadi rawa sampai menjadi daratan seperti saat ini," terang Hasna. 


Museum Semedo sejauh ini dikelola sekitar 25 orang dengan tugas atau bagian masing-masing. 


Bagi pengunjung umum atau yang bukan reservasi (rombongan) tidak ada batas maksimal kunjungan di ruang pameran Museum Semedo, tapi untuk yang rombongan karena ada pemandu biasanya diberi batas waktu 30-45 menit. 

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved