LIPSUS Koperasi Banyumas
261 Koperasi di Banyumas Mati, Koperasi Merah Putih Jadi Harapan Bangkitnya Ekonomi Kerakyatan
Rencana pembentukan Koperasi Merah Putih membangkitkan harapan peningkatan ekonomi kerakyatan. Apalagi 261 koperasi sebelumnya, mati.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Rencana pemerintah membentuk Koperasi Merah Putih membangkitkan kembali harapan peningkatan ekonomi kerakyataan sistem gotong-royong.
Apalagi, di Kabupaten Banyumas, ketimpangan kondisi koperasi jelas terlihat.
Ratusan koperasi kini dalam kondisi mati.
Sementara, segelintir lainnya berhasil bangkit bahkan menjadi pioner melakukan ekspor.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Koperasi dan UMKM Kabupaten Banyumas, Wahyu Dewanto mengatakan, dari data, jumlah koperasi di Banyumas cukup besar.
Ia memaparkan, data per Mei 2025, jumlah koperasi di Banyuma mencapai 639 unit.
Dari jumlah tersebut, 378 unit koperasi masih aktif.
Mayoritas merupakan koperasi konsumen, yakni mencapai 229 koperasi.
Baca juga: Demo Ojol Banyumas Tuntut UU Transportasi Online, Kemenhub Komunikasi dengan Aplikator
Sementara, 261 unit koperasi lain mati. Sebagian besar karena persoalan administratif.
Wahyu mengatakan, keberadaan koperasi yang mati ini menjadi kendala tersendiri.
Pihaknya tidak bisa langsung menghapus dari data lantaran ada mekanisme dalam pembubaran koperasi.
"Kendalanya, kesulitan membubarkan koperasi yang sudah lama tak beroperasi karena tidak diketahui lagi pengurus maupun kedudukannya," kata Wahyu kepada Tribunbanyumas.com, Senin (19/5/2025).
Ia menjelaskan, masalah juga datang dari sisi hukum.
Ada koperasi yang mengalami double badan hukum saat perubahan anggaran dasar (PAD) melalui notaris.
Wahyu mengatakan, kehadiran koperasi dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan berbasis pemberdayaan anggota cukup besar.
Baca juga: Pembentukan Pengurus Koperasi Desa Merah Putih di Banyumas Dikebut, Akhir Mei Harus Kelar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.