Berita Jateng

Mirip Cerita Sinetron, Impian Tukang Basreng Naik Haji di Wonosobo Terwujud

Setiap harinya Fatkurohman berkeliling menjajakan basreng buatan sendiri ke berbagai wilayah di Wonosobo dengan sepeda motor.

Penulis: Imah Masitoh | Editor: khoirul muzaki
Imah Masitoh/Tribun Jateng
KISAH INSPIRATIF - Fatkurohman dan istrinya Hamdiah warga Dusun Kasiran, Kelurahan Mlipak, Kabupaten Wonosobo akan berangkat haji pada 27 Mei 2025. Kisah inspiratif Fatkurohman pedagang basreng keliling, berkat kegigihan dan kerja kerasnya dalam menabung bisa berangkat haji tahun ini. 

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Kisah Fatkurohman (57) pedagang bakso goreng (basreng) keliling asal Wonosobo siap menunaikan ibadah haji ke tanah suci Mekkah tahun ini.


Fatkurohman warga Dusun Kasiran, Kelurahan Mlipak, Kabupaten Wonosobo akan berangkat haji bersama istrinya Hamdiah pada 27 Mei mendatang.


"Betul pekerjaan saya jualan basreng, dan biaya haji ini hasil nabung," ungkap Fatkurohman, Senin (12/5/2025).


Keinginannya berkunjung ke Baitullah untuk beribadah butuh kerja keras dan penantian yang panjang hingga 13 tahun lamanya. 


Selembar demi selembar rupiah dari hasil dagang kelilingnya disisihkan untuk melunasi biaya haji.


Setiap harinya Fatkurohman berkeliling menjajakan basreng buatan sendiri ke berbagai wilayah di Wonosobo dengan sepeda motor.

Baca juga: Jumlah Suporter Dikurangi hingga Kena Denda Setengah Miliar, Deretan Sanksi FIFA untuk PSSI


Tempat-tempat yang ramai dipilihnya untuk melariskan dagangannya. Start dari rumahnya pukul 08.00 WIB, seharian penuh ia berkeliling hingga pukul 22.00 WIB.


Istrinya yang juga berdagang di pasar, membantunya membuatkan basreng dan menyiapkan dagangan suami setiap pagi.


Dua kilogram adonan basreng dibuatnya setiap hari. Ciri khas basreng yang dibuatnya yakni berbentuk setengah bulat dengan isian telur yang ditusuk. Per tusuk dijualnya seharga seribu rupiah.


Ia mengaku uang yang ditabung untuk biaya haji tidaklah pasti, pasalnya hasil jualannya pun tak tentu setiap harinya.


"Pendapatan ngga tentu lah, kalau dapat lebih ya nabung lumayan, kalau ngga dapat ya ngga nabung. Terkadang Rp 20 ribu, Rp 25 ribu, Rp 10 ribu dari sisa buat beli bahan basreng aja," ungkapnya.


Ia mengaku, rasa senang tak bisa digambarkannya. Tekad bulat, dan doa yang setiap hari dipanjatkan sejak lama ini dikabulkan Sang Pencipta.


"Senang sekali Allah sudah memanggil saya dan istri, anak anak juga senang kita bisa berangkat haji tahun ini," ucapnya dengan mata berbinar-binar.


Kini, ia tengah mempersiapkan kondisi fisik dengan berolahraga jelang keberangkatannya pada 27 mei. Ia masuk dalam kloter 87 rombongan haji Wonosobo, Embarkasi Donohudan, Solo.


"Apa yang disuruh KBIH sudah semua termasuk fisik alhamdulillah sudah olahraga terus," tandasnya. (ima)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved