Selasa, 14 April 2026

Berita Semarang

Hendak Nyeberang, Tri Santoso Tewas Tertabrak Motor di Tanah Putih Semarang

Seorang pejalan kaki, Tri Santoso (36), warga Jomblang RT 03 RW 02, Candisari, meninggal dunia di tempat setelah tertabrak motor Honda Scoopy

Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: Rustam Aji
/TRIBUNJATENG/REZANDA AKBAR D
LOKASI PEJALAN KAKI DITABRAK - Kecelakaan di tanjakan tanah putih, korban diketahui sedang menyebrang dan tertabrak kendaraan yang melintas. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG – Nasib nahas dialami seorang pejalan kaki bernama Tri Santoso (36), warga Jomblang RT 03 RW 02, Candisari, Semarang.

Ia meninggal dunia di tempat setelah tertabrak sepeda motor Honda Scoopy berwarna hitam merah tahun 2018 yang dikendarai S (43), warga Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo.

Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Dr. Wahidin, tepatnya di depan Vihara Tanah Putih, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, Senin (6/10/2025) sekitar pukul 18.00 WIB.

Menurut Kasubnit Gakkum Satlantas Polrestabes Semarang, Iptu Novita, korban meninggal dunia di lokasi akibat luka berat di kepala.

"Untuk pengendara motor mengalami luka ringan dan sudah mendapat perawatan di RS Pantiwilasa Dr. Cipto,” jelasnya saat dikonfirmasi, Senin, (6/10/2025) malam.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), kecelakaan terjadi saat pengendara Scoopy melaju dari arah selatan (Jalan Teuku Umar) menuju utara (Java Mall). 

Saat di lokasi kejadian, pengendara diduga kurang memperhatikan pandangan depan sehingga menabrak pejalan kaki yang tengah menyebrang dari arah barat ke timur.

Baca juga: Dualisme Ketua Umum Pasca Muktamar X Berakhir Damai, Gus Yasin Jadi Sekjen PPP Ketum Mardiono

Korban Tri Santoso mengalami cedera kepala berat dan dinyatakan meninggal dunia di tempat. 

Jenazahnya kemudian dibawa ke kamar jenazah RSUP Dr. Kariadi Semarang.

Sementara itu, pengendara Sunaryo hanya mengalami luka ringan di bagian wajah dan kini dirawat di RS Pantiwilasa Dr. Cipto.

Menurut Sapto, tetangga korban, Tri dikenal sebagai sosok yang baik dan aktif di lingkungan tempat tinggalnya.

“Mas Tri orangnya baik, sopan, dan gampang bergaul. Sehari-hari kerja sebagai buruh bangunan. Waktu kejadian, dia mau nyeberang jalan pulang ke rumah,” tuturnya.

Sapto saat itu ikut mengevakuasi jenazah tetangganya itu. Jenazah selanjutnya dibawa ke rumah duka. (Rad)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved