Pertanian
Mengais Rizki dari Butiran Padi, Kisah Sang Penjaga Pangan Merawat Tradisi Bertani
Ia yang pernah menjabat kepala sekolah hingga kepala desa kini memutuskan fokus menggeluti dunia pertanian.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: Rustam Aji
TRIBUNBANYUMAS.COM, GROBOGAN - Meski negara kita dikenal sebagai negara agraris, tapi ternyata dunia pertanian makin ditinggalkan.
Banyak pemuda desa sebagai penerus pertanian, justru memilih pergi ke kota untuk mengadu nasib.
Akibatnya, saat ini tak banyak pemuda yang bergelut dengan dunia pertanian.
Dunia pertanian perlahan ditinggalkan.
Padahal dari situ sumber pangan dihasilkan.
Kebutuhan pangan yang tak tergantikan membuat industri pertanian bakal terus menjanjikan.
Keyakinan ini pula yang menghinggapi sanubari Darmadi, warga RT 001 RW 006 Desa Putatnganten Kecamatan Karangrayung, Grobogan.
Ia yang pernah menjabat kepala sekolah hingga kepala desa kini memutuskan fokus menggeluti dunia pertanian.
Bagi dia, pertanian khususnya padi masih punya prospek menggiurkan.
Air irigasi mengalir ke lahan melalui celah tanggul, sinyal sawahnya harus segera ditanami.
Baca juga: Gilbert Agius Optimis PSIS Tampil Maksimal di Sisa Lima Laga Musim Ini
Di bawah terik matahari yang menyengat, Darmadi tetap bersemangat mencangkul untuk persiapan tanam.
Panas matahari seperti aliran energi yang membuat tubuhnya kian bertenaga.

Ia tak memperdulikan kulitnya legam. Yang ada di benaknya, bagaimana sawahnya bisa terolah hingga menghasilkan cuan.
"Karena saya sawahnya sewa, jadi harus maksimal merawatnya biar ada hasil, " katanya, Minggu (13/4/2025).
Darmadi merawat sawahnya dengan serius dan telaten. Karena dari situ ia menggantungkan harapan.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.