Citizen Journalism

Perpustakaan Penanda Peradaban

Saya teringat ajaran yang pernah disampaikan guru ngaji kami. Jika ingin mengetahui profil seseorang, maka kunjungi atau silaturahmi ke rumahnya...

Editor: Rustam Aji
Imah Masitoh/Tribun Jateng
ILUSTRASI - Suasana di ruang baca Perpustakaan Widyatarunaloka, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kabupaten Wonosobo, Rabu (10/1/2024). 

Perpustakaan merupakan penanda peradaban dan kemajuan suatu bangsa.

Karena menjadi tempat berkumpulnya pengetahuan, kebudayaan dan peradaban.

Perpustakaan menjadi ruang terbuka bagi masyarakat dan berperan dalam meningkatkan pengetahuan, meluaskan wawasan keilmuan, menjaga warisan budaya, mendukung pembangunan manusia, menaikkan minat baca, menunjang aktivitas ilmiah, serta membantu penemuan sejarah dan pemikiran pakar ahli.

Salah satu peranan perpustakaan adalah menjadi agen perubahan, agen pembangunan dan agen kebudayaan masyarakat.

Berbagai artefak, manuskrip dan hasil penemuan jejak sejarah, pemikiran dan iptek di masa lalu dapat direkam dalam bentuk tulisan, file dan bentuk tertentu yang tersimpan di perpustakaan.

Apalagi dengan kemajuan teknologi informasi dan digital saat ini. Semua dapat diarsipkan dalam bentuk e-document, mikrochip dan berbagai perangkat digital lainnya.

Sejarah mencatat, perpustakaan Ashurbanipal menjadi perpustakaan tertua di dunia (Abad 7 SM).

Perpustakaan Besar Alexandria di Mesir adalah salah satu perpustakaan terbesar dan terpenting di zaman “semono” (kuno).

Baca juga: Kemenhan Bantah Pangkalan TNI AU di Papua Digunakan Militer Rusia

Perpustakaan tersebut menjadi bagian dari lembaga penelitian yang lebih besar, yaitu Mouseion, yang didedikasikan untuk para Muses, Sembilan Dewi Seni.

Perpustakaan Universitas Leiden Belanda (berdiri 1575), menjadi tempat yang siginifikan bagi perkembangan budaya dan penyebaran pengetahuan Zaman Pencerahan Eropa.

Perpustakaan Universitas Leiden menyimpan Sejuta e-book, 40 ribu e-jurnal, 60 ribu manuskrip Barat dan Timur, Setengah Juta pesan, 100 ribu peta, 100 ribu cetakan, 12 ribu gambar dan 300 ribu foto dan puluhan ribu koleksi beberapa jenis benda bersejarah lainnya.

Perpustakaan ini memiliki koleksi terbesar di seluruh dunia dalam bidang Indonesia dan Caribbean.

Warga dunia memaklumi ‘history’ bahwa kolonial Belanda pernah bercokol 350 tahun menjajah Indonesia.

Majalah Soeara Moehammadijah yang pertama kali terbit 13 Agustus 1915 (sumber lain Januari 1915M, 1333H) dan puluhan edisi tahun pertamanya konon menjadi koleksinya.

Majalah Suara Muhammadiyah adalah majalah tertua di Indonesia yang masih terbit kontinyu setengah bulanan hingga sekarang.

Baca juga: Liga 1: PSIS Ditinggal Absen Banyak Pemain Jelang Lawan Semen Padang

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved