Berita Banyumas
Bisnis Hotel dan Restauran di Banyumas Makin Lesu, Imbas Pemangkasan Anggaran Pemerintah
PHRI Banyumas mengeluhkan dampak pemangkasan anggaran pemerintah. Bisnis perhotelan dan restauran mulai terasa lesu.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Dampak efisiensi anggaran pemerintah kini mulai dirasakan pelaku industri perhotelan dan restoran di Kabupaten Banyumas.
Sektor usaha perhotelan kini terancam lesu.
Kegiatan pemerintah yang biasanya diselenggarakan di hotel atau restoran kini dialihkan ke tempat lain yang tak menyedot banyak anggaran.
Padahal, selama ini, sektor pemerintahan menjadi segmen pasar yang diandalkan pelaku industri hotel dan restoran.
Terkait kondisi ini, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), mencoba mengkomunikasikan ke Pemda Banyumas.
Baca juga: Polisi Tetapkan 3 Tersangka Pembunuhan di Pliken Banyumas, Pelaku Terancam 12 Tahun Penjara
Langkah ini sebagai upaya mendapatkan solusi-solusi terbaik bagi geliat ekonomi di Kota Satria.
"Pada pertemuan ini juga kami sampaikan keluh kesah, berkaitan dengan pemangkasan anggaran, karena jadinya kegiatan di hotel dan restoran berkurang," ujar Ketua Umum BPC PHRI Banyumas, Irianto seusai bertemu Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti, Kamis (17/4/2025).
Irianto berharap, kegiatan pemerintah yang bisa dilaksanakan di luar tetap bisa memanfaatkan hotel dan atau restauran di lokal Banyumas.
Selain agenda kegiatan kedinasan, PHRI berharap Pemkab Banyumas sering mengadakan event skala nasional yang dapat melibatkan akomodasi, seperti hotel dan restauran.
Irianto khawatir, jika kondisi lesu ini berkepanjangan, tidak menutup kemungkinan akan terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK).
Meskipun, sementara ini, hal itu belum sampai terjadi.
Pemangkasan Kegiatan dan Perjalanan Dinas
Mendengar keluhan tersebut, Wakil Bupati Lintarti berjanji mencari solusi demi kebaikan bersama.
"Efisiensi anggaran terutama yang paling besar dipasang adalah perjalanan dinas dan kegiatan di luar," kata Wabup Lintarti mengakui.
Baca juga: Massa bagian Laskar Sabilillah Banyumas Minta Rizieq Shihab Ditangkap, Ungkap Ujaran Kebencian
Soal event, Lintarti mengatakan, Dinas Pariwisata sudah memiliki kalender event berskala kabupaten hingga nasional.
Dia berharap, kegiatan-kegiatan tersebut akan menggenjot sektor akomodasi perhotelan dan restauran.
"Pemda berusaha terus mengandeng, menguatkan komunikasi dengan para pelaku industri kreatif, bagaimana agar Purwokerto atau Banyumas bisa menjadi tempat penyelenggaraan event-event besar," imbuhnya. (*)
| Grebeg Asmari 2026 di Purwokerto, Alumni Dorong Dampak Nyata untuk Pendidikan |
|
|---|
| Dorong Ketahanan Pangan Nasional, Menko Pangan: Rice Milling Modern Siap Dibangun di Banyumas |
|
|---|
| Dapat Perbaikan RTLH, Rumah Guru TPQ di Purwokerto Kini Berdinding Batako, Makin Layak Dihuni |
|
|---|
| Pengedar Obat Keras di Banyumas Ditangkap Polisi di Karangklesem, Dapat Pasokan dari Jeni |
|
|---|
| Jalur Prupuk-Linggapura Dipastikan Aman Dilewati Kereta Api, Penguatan Jembatan Masih Berlangsung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Hotel-aston-purwokerto-ilustrasi-hotel-di-banyumas.jpg)