Selasa, 5 Mei 2026

Berita Jateng

Kisah Sukses Pemuda Grobogan Produksi Koper, Ramai Pesanan Saat Musim Haji

bagi para biro perjalanan haji dan umrah dari Solo, Jogja, Surabaya, hingga Makassar, nama Samsuri dikenal sebagai produsen koper berkualitas untuk p

Tayang:
Penulis: Fachri Sakti N | Editor: khoirul muzaki
Fachri Sakti N/Tribun Jateng
PENGRAJIN KOPER DI GROBOGAN: Samsuri sukses menggeluti usaha pembuatan koper dan tas untuk kebutuhan haji dan umrah. Pria berusia 33 tahun asal Dusun Juragan, Desa Watupawon, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan, bisa meraup laba jutaan rupiah tiap bulannya. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, GROBOGAN - Di sebuah rumah sederhana di Dusun Juragan, Desa Watupawon, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan tampak seorang pria muda yang sibuk mengukur dan memotong kain tebal yang berserakan. 


Di kiri dan kanannya terlihat puluhan koper dan tas berlabel biro haji dan umrah tertata di antara tumpukan bahan kain, alat potong, dan mesin jahit.


Di rumah yang disulap menjadi bengkel produksi itulah, Samsuri (33) perajin koper merintis kesuksesannya.


Selesai memotong bahan yang akan dijahit menjadi koper dan tas, Samsuri dengan cekatan merapikan koper-koper buatannya.


Ia lantas bergegas menyapa dan menyempatkan waktunya mengobrol singkat dengan TribunJateng.com.


Samsuri bercerita sudah lama menggeluti usaha pembuatan koper dan tas yang menjadi jalan rezekinya.


"Saya menekuni bidang ini sejak 2015 berjalan sampai 2025 ini," kata Samsuri kepada TribunJateng.com, Selasa (15/4/2025). 


Samsuri memang bukan nama besar di dunia usaha nasional. 


Namun bagi para biro perjalanan haji dan umrah dari Solo, Jogja, Surabaya, hingga Makassar, nama Samsuri dikenal sebagai produsen koper berkualitas untuk para jemaah.


"Pesanan banyak datang dari Solo, Jogja, Surabaya, Makassar, Madura dan Bali juga ada," ungkapnya.

Baca juga: Harga Kedelai Naik, Bagaimana Nasib Perajin Tempe di Pliken Banyumas?


Dari Jakarta Pulang Bawa Ilmu


Sebelum menjadi pengusaha koper di kampung halamannya, Samsuri pernah bekerja di industri serupa di Jakarta. 


Namun kerinduan akan kampung dan keinginan untuk mandiri mendorongnya pulang dan memulai usaha dari nol.


"Sebelumnya pernah kerja membuat koper di Jakarta, lalu saya resign dan menekuni sendiri di rumah," ungkap Samsuri. 


Keputusan Samsuri dinilai tepat, karena selain menjadi sosok yang mandiri ia juga bisa membuka lapangan kerja di desanya. 

Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved