Hikmah Ramadan oleh Menteri Agama
Merawat Kemabruran Puasa: Dari Wirid ke Warid, Tidak Lagi akan Didikte oleh Kepentingan Dunia
Wirid adalah amalan hati dan yang secara telaten dilakukan seorang arifin di dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Allah SWTmemberiwarid untuk melepaskanmu dari penjara wujud ke alam syuhud (penyaksian).
Orang-orang yang sudah memperoleh warid dengan sendirinya orang itu memilki kepribadian zuhud, dalam arti tidak lagi akan didikte oleh kepentingan dunia.
Dia sudah diberi kemampuan untuk memilki dirinya sendiri tanpa tergantung kepada kekuatan makhluk. Baginya, cukup dengan kasih-sayang Allah SWT.
Warid sudah menjadi semacam cahaya Tuhan (Nur Allah)yang memantuldalikan diridalam batin dan pikirannya, sehingga kekuatan itu menjadi prisai terhadap berbagai kemungkaran.
Kalaupun mereka tergelincir maka secepatnya ia akan mengendalikan diri, kembali ke jalan yang benar atau yang lebih benar.
Warid tidak perlu dicari tetapi akan datang dengan sendirinya ketika amalan dan komitmen wirid dan zikir hamba-Nya betul-betul dijalankan secara konsisten.
Berbahagialah orang yang memelihara zikir dan wiridnya. (*/27/Menteri Agama Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA)
Merawat Kemabruran Puasa: Dari Religiousness dan Religious Mindedness, Menuju Rahmatan Lil ‘alamin |
![]() |
---|
Merawat Kemabruran Puasa: Dari Salam, Islam, ke Istislam, Seorang Muslim harus Mengutamakan Damai |
![]() |
---|
Kemabruran Puasa: Dari Sufi Palsu ke Sufi Sejati, Segala yang Keluar dari Hati akan Mendarat di Hati |
![]() |
---|
Merawat Kemabruran Puasa: Dari Ta'abbud ke Isti'anah, Berharap Meraih Tanazul |
![]() |
---|
Merawat Kemabruran Puasa: Dari Syariah ke Hakikat, Harus Hati-hati karena Banyak Aliran |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.