Hikmah Ramadan oleh Menteri Agama

Merawat Kemabruran Puasa: Dari Religiousness dan Religious Mindedness, Menuju Rahmatan Lil ‘alamin

religious minded cenderung lebih terbuka dan tidak khawatir ke manapun akan pergi apapun yang akan dikerjakan.

Editor: Rustam Aji
istimewa/TRIBUNNEWS
HIKMAH RAMADAN - Menteri Agama Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA. 

Religiousness ketika seseorang merasa dirangkul oleh agamanya. Keseluruhan pandangan hidup dan prilakunya didominasi oleh ajaran faormal agama.

Seolah-olah ruang, waktu, dan dirinya merupakan satu kesatuan kental dengan ajaran agama. Sementara di nun jauh di sana (transcendent) Ada Tuhan beserta para malaikat mengawasinya dengan ketat.

Ruang dan jendela untuk mengintip dunia nyata  sangat terbatas karena dikelilingi dan dipenuhi oleh spektrum ajaran agama.

Di sekitarnya seolah dekelilingi daerah terlarang sehingga dinamika dan kebebasan berekspresi menjadi kaku karena terlalu banyak rambu-rambu yang berdiri tegak.

Kreatifitas dan inisiatifnya sebagai khalifah ditenggelamkan oleh kapasitas dirinya sebagai abid (hamba).

Religious mindedketika seseorang merasa merangkul agamanya.

Agama bagaikan berada di dalam genggaman, ke manapun ia pergi selalu bersamanya, namun ia tidak merangkul dirinya melainkan dirinya yang menggenggam agama itu.

Dampaknya, orang akan merasa lebih merdeka dan memiliki hamparan luas dan longgar untuk berekspresi dan berkreasi.

Rambu-rambu pembatas itu tidak berdiri tegak di luar dirinya tetapi melekat di dalam dirinya, sehingga pandangannya luas tanpa terpantul oleh papan-papan perboden keagamaan.

Hidup dan kehidupannya lebih dinamis karena merasa diberikan kebebasan penuh dari ajaran agamanya sendiri.

Pada prinsipnya segala sesuatu boleh selain yang secara khusus dilarang.

Baca juga: Kemabruran Puasa: Dari Sufi Palsu ke Sufi Sejati, Segala yang Keluar dari Hati akan Mendarat di Hati

Jumlah larangan itu amat sedikit.

Ia merasa  lebih merdeka sebagai khalifah karena sikap perhambaan dirinya kepada Tuhan tidak menghalanginya untuk berkreasi dan berinisiatif.

Suasana batin religious ness cenderung lebih tertutup dan sesekali mendekati garis keras karena ia memandang hidup ini hitam dan putih.

Artinya kalau bukan putih pasti hitam atau sebaliknya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved