Hikmah Ramadan oleh Menteri Agama
Merawat Kemabruran Puasa: Berorientasi Husnul Khatimah
JIWA akan sehat dan terpelihara kalau kita terbiasa berfikir sehat, proaktif, dan berorientasi kepada husnul khatimah, ending kehidupan yang baik dan
Keselarasan antara blue print (ciptaan pertama) dengan perbuatan (ciptaan kedua) membutuhkan kepemimpinan dan manajemen. M
najmen dimaksudkan di sini tidak lain adalah adalah mengerjakan hal-hal yang baik dan benar secara konsisten. Melakukan pebuatan baik dan benar secara konsisten sesungguhnya juga memerlukan manajmen kalbu, yaitu pengelolaan kalbu secara baik dan benar.
Caranya tentunya bagi umat beragama caranya ialah konsisten mengukuti tuntunan ajaran agama secara telaten.
Untuk mencapai husnul khatimah di dalam urusan duniawi kita maka diperlukan penetapan sasaran-sasaran atau tujuan program yang bisa dicapai yang dapat dicapai. Kita tidak boleh melupakan sasaran-sasaran tersebut.
Sesederhana apapun suatu tujuan tetap kita tidak boleh melupakannya. Karena itu, jangan pernah kita tidak menghargai hal-hal yang kecil dan sederhana dalam hidup ini, karena kebanyakan yang menggagalkan hidup seseorang bukan hal besar tetapi hal-hal kecil. (*/5/Menteri Agama Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA)
| Merawat Kemabruran Puasa: Dari Religiousness dan Religious Mindedness, Menuju Rahmatan Lil ‘alamin |
|
|---|
| Merawat Kemabruran Puasa: Dari Salam, Islam, ke Istislam, Seorang Muslim harus Mengutamakan Damai |
|
|---|
| Kemabruran Puasa: Dari Sufi Palsu ke Sufi Sejati, Segala yang Keluar dari Hati akan Mendarat di Hati |
|
|---|
| Merawat Kemabruran Puasa: Dari Wirid ke Warid, Tidak Lagi akan Didikte oleh Kepentingan Dunia |
|
|---|
| Merawat Kemabruran Puasa: Dari Ta'abbud ke Isti'anah, Berharap Meraih Tanazul |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/menteri-agama-nasaruddin-umar-wawancara-dengan-tribunnews.jpg)