Sabtu, 30 Mei 2026

Berita Jateng

Tradisi Boyong Grobog dan Sejarah Berdirinya Kabupaten Grobogan

Mereka membawa pusaka Grobog dan keris Kiai Sengkelat, yang merupakan simbol penting dalam sejarah Kabupaten Grobogan.

Tayang:
Penulis: Fachri Sakti N | Editor: khoirul muzaki
Fachri Sakti N/Tribun Jateng
TRADISI BOYONG GROBOG: Bupati Grobogan Setyo Hadi menyampaikan harapannya di acara Boyong Grobog Peringatan Hari Jadi ke-299 Kabupaten Grobogan, Senin (3/3/2025). Harapan Setyo Hadi, dengan adanya peringatan dan tradisi Boyong Grobog ini, Kabupaten Grobogan dapat semakin makmur, aman, dan sejahtera, serta terhindar dari segala bentuk bencana. 


Setelah prosesi kirab, acara dilanjutkan dengan ritual pembagian sedekah bumi dalam bentuk gunungan yang berisi berbagai hasil bumi seperti sayuran dan buah-buahan. 


Bagi masyarakat Grobogan, gunungan ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga lambang berkah yang diharapkan dapat memberikan kesejahteraan. 


Selain itu, tradisi ini juga mengingatkan kita akan pentingnya melestarikan nilai-nilai budaya yang telah diwariskan turun-temurun. 


Sejarah dan Makna Boyong Grobog


Tradisi ini memiliki makna sejarah yang sangat penting bagi masyarakat setempat, sebagai penghormatan terhadap sejarah berdirinya Kabupaten Grobogan yang bermula dari zaman kerajaan Majapahit. 

Baca juga: Big Match PSIS Semarang Kontra Persija Jakarta, Sama-sama Bawa Misi Berat


Diceritakan, grobog adalah asal mula terbentuknya kabupaten Grobogan


Di masa kerajaan Majapahit ada pasukan yang diutus untuk mengirim senjata pusaka dan dimasukan dalam kotak atau grobog. 


Pasukan tersebut kemudian bertemu dengan perampok dan mereka lari meninggalkan grobog.


Selanjutnya oleh Sunan Kalijaga, para perampok tersebut berhasil dikalahkan dan grobog direbut kembali. 


Tempat tertinggalnya grobog itu kemudian dinamakan Grobog atau Grobogan

Halaman 2/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved