20 Tahun Tsunami Aceh
Kisah 2 Ibu yang Kembali Bangkit dan Berdaya, Salawati Mulai dengan Usaha Abon Ikan
Saat itu saya dalam perjalanan pulang ke Banda Aceh bersama suami dan anak bungsu, Putra, kami mendapat kabar buruk. Saya hancur sehancur-hancurnya
Perlahan, ia dan suami bangkit dari kehancuran dan mulai kembali menjalankan usaha abon ikan.
Laut yang sempat mengambil hidupnya kini memberikan kesempatan melalui ikan yang berlimpah. Setelah usia kepala enam, Salawati mulai menyerahkan pengelolaan usaha kepada anaknya, Putra (29), karena kondisi kesehatannya menurun.
“Usaha ini pernah jatuh drastis, terutama saat covid, dan kini berusaha bangkit kembali,” katanya.
Putra, yang kini melanjutkan usaha orangtuanya, mengungkapkan, “Orangtua saya sudah membangun usaha ini jatuh bangun, dan saya harus melanjutkannya.”
Pengalaman 20 tahun lalu selalu menjadi pelajaran yang terus diingatnya.
Aina (60) juga merasakan hal serupa. Warga Mereudu, Kabupaten Pidie Jaya, ini mengalami kehancuran akibat bencana.
Sebelumnya, ia hanya membuat kerupuk di pesisir pantai, namun bencana menghancurkan usahanya.
Kini, Aina mengalihkan usaha kerupuk menjadi kue tradisional Aceh, Adee, dengan merek "Adee Kak Aina."
Ia memulai usaha baru setelah dibantu pemerintah Jepang melalui lembaga JICA.
“Adee adalah kue khas Aceh, kami mendapat modal dan pendampingan dari pemerintah Jepang setelah tsunami,” kata Aina.
Seperti Salawati, Aina juga merasakan krisis usaha akibat pandemi Covid-19.
"Tapi itu bukan seberapa. Kami pernah hancur lebih parah saat gempa dan tsunami, jadi kami tetap semangat berusaha,” ujar Aina.
Penjabat Gubernur Aceh Safrizal ZA mengatakan, pemerintah dan masyarakat mengucapkan terima kasih kepada negara dan lembaga donor yang membantu proses rekonstruksi Aceh setelah bencana.
"Sekarang, dua dekade telah berlalu. Tsunami 2004 merenggut lebih dari 230 ribu jiwa, menghancurkan rumah dan infrastruktur, mengubah kehidupan masyarakat," ucap Safrizal pada pembukaan Aceh International Forum, Senin (23/12/2024).
Safrizal menekankan, proses pemulihan Aceh dari 2005 hingga 2009 menunjukkan bahwa dengan gotong royong, Aceh mampu bangkit.
| Resmi! Kas Hartadi Jadi Nahkoda Baru PSIS Semarang untuk Dua Laga Pamungkas |
|
|---|
| Sebut Wisata Banyumas Monoton, Ketua Komisi 4 DPRD Dorong Terobosan Tiket Terusan di Baturraden |
|
|---|
| Banyumas Dibidik Jadi Lokasi Proyek Nasional, Ini Lobi Besar Bupati Sadewo di Usia ke-60 |
|
|---|
| Jualan Pakai Kebaya, Cara Unik Bakul Purwasera Banyumas Peringati Hari Kartini |
|
|---|
| Banyumas Ngibing 2026 Siap Guncang Kota Lama, 24 Jam Menari Nonstop Libatkan Seniman Mancanegara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/bangkit-tsunami-aceh.jpg)