Selasa, 14 April 2026

Berita Jateng

Waspada Banjir! BMKG Prediksi Hujan Terjadi Sore Hingga Malam saat Periode Libur Nataru di Jateng

BMKG mengingatkan potensi hujan deras saat arus mudik Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, terutama sore hingga malam hari.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: rika irawati
TribunBanyumas.com/Pingky Anggraeni
Ilustrasi. Banjir menggenangi ruas jalan nasional di Jerukelegi, Kabupaten Cilacap, Kamis (28/11/2024). BMKG mengingatkan potensi hujan deras saat arus mudik Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, terutama sore hingga malam hari. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Kepala Dishub Jateng Henggar Budi Anggoro meminta warga mewaspadai cuaca buruk dan potensi terjadinya bencana alam saat libur Natal dan Tahun Baru.

Informasi yang dia dapat dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), cuaca kurang bersahabat berpotensi terjadi selama periode Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. 

"Informasi dari BMKG RI, cuaca diprediksi empat kali lipat lebih buruk daripada musim mudik Nataru tahun lalu," kata Henggar, Rabu (18/12/2024).

Baca juga: Dishub Jateng Petakan Simpul Rawan Macet saat Libur Nataru, Tol Solo-Yogya Masuk Titik Waspada

Hujan Berpotensi Terjadi Sore Hingga Malam

Terpisah, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Ahmad Yani Semarang, Yoga Sambodo mengatakan, selama arus mudik Nataru, mulai 18 Desember sampai 5 Januari 2025, cuaca di Jateng diperkirakan mengalami hujan intensitas sedang hingga lebat, terutama sore hingga malam hari. 

Menurut Yoga, hal itu disebabkan adanya gangguan atmosfer Madden Jukian Oscillation (MJO), siklon tropis di perairan selatan Jawa,  dan penyebab lain.  

"Kalau dibandingkan dengan cuaca tahun lalu, di periode yang sama, kondisinya normal, tak jauh berbeda," terangnya saat dihubungi, Rabu.

Baca juga: Dishub Jateng Siapkan 41 Posko Libur Nataru, Pemudik Masuk Jateng Diprediksi 9,1 Juta Orang

Dia mengimbau para pemudik waspada, terutama saat melintasi di wilayah dengan topografi rendah, akan potensi banjir.

Sementara, di dataran tinggi, potensi adanya longsor menghantui.

Catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, sepanjang 1 Januari-1 Desember 2024, terjadi 315 bencana alam. 

Dari ratusan kejadian bencana, 72 di  antaranya adalah bencana banjir, 25 tanah longsor, dan 104 kasus cuaca ekstrem dan lainnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved