Berita Semarang
Cuaca Ekstrem Terjang Semarang: Empat Rumah Rusak, Longsor di Ngaliyan Timpa Hunian Warga
Hujan deras dan angin kencang di Semarang akibatkan longsor di Ngaliyan serta kerusakan rumah di 4 titik. BPBD imbau warga waspada cuaca ekstrem.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: Rustam Aji
Ringkasan Berita:
- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang melaporkan terjadinya sejumlah kejadian bencana akibat cuaca ekstrem, Minggu (12/4/2026).
- Sedikitnya empat rumah terdampak, yakni di Kelurahan Pakintelan, Kecamatan Gunungpati; Gemah, Kecamatan Pedurungan; Penggaron Kidul, Kecamatan Pedurungan; dan Bamban Kerep, Kecamatan Ngaliyan.
- “Semua kejadian didominasi akibat angin kencang dan longsor talud. Semua rumah akibat angin kencang dan talud longsor," jelas BPBD Semarang
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG – Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur Kota Semarang pada Minggu (12/4/2026) mengakibatkan kerusakan di sejumlah wilayah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang melaporkan sedikitnya empat rumah terdampak serius akibat tanah longsor dan terjangan angin.
Wilayah yang terdampak meliputi Kelurahan Pakintelan (Gunungpati), Gemah dan Penggaron Kidul (Pedurungan), serta Bamban Kerep (Ngaliyan).
Kepala Pelaksana BPBD Kota Semarang, Endro P. Martanto, menyebutkan bahwa mayoritas insiden dipicu oleh ketahanan bangunan yang tak mampu membendung cuaca buruk.
"Semua kejadian didominasi akibat angin kencang dan longsor talud," ungkap Endro kepada Tribun Jateng, Minggu (12/4/2026).
Kerusakan terparah dilaporkan terjadi di Jalan Candi Sewu, RT 03/RW 05, Kelurahan Bamban Kerep, Kecamatan Ngaliyan sekitar pukul 12.30 WIB.
Hujan deras membuat kondisi tanah menjadi labil hingga merobohkan pondasi dan tembok sepanjang 10 meter dengan ketinggian mencapai 20 meter.
Baca juga: Hujan Deras Picu Longsor di Cimanggu Cilacap: Jalan Desa Sempat Lumpuh, Tiga Rumah Terancam
Tidak Ada Korban Jiwa, Kerugian Capai Rp 15 Juta
Material longsoran tersebut menimpa rumah milik warga bernama Admo. Meski mengakibatkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp15 juta, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
"Tim sudah turun ke lokasi untuk melakukan asesmen, dokumentasi, serta menyalurkan bantuan darurat kepada korban," tambah Endro.
Menyikapi situasi ini, BPBD Kota Semarang kini melakukan pemantauan intensif di seluruh wilayah yang mencakup 16 kecamatan dan 177 kelurahan.
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi bencana susulan, mengingat prakiraan cuaca BMKG menunjukkan Semarang masih berpotensi diguyur hujan dengan kecepatan angin mencapai 25 km/jam.
Masyarakat, terutama yang bermukim di daerah rawan longsor dan bantaran sungai, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra.
BPBD meminta warga segera melapor kepada aparat lingkungan atau instansi terkait jika menemukan rekahan tanah atau tanda-tanda potensi bencana di sekitar tempat tinggal mereka. (idy)
Baca juga: Nasib 1.106 PPPK Paruh Waktu Aman, Pemkab Kendal Siapkan Solusi Aturan UU HKPD
| Hujan Deras Picu Longsor di Cimanggu Cilacap: Jalan Desa Sempat Lumpuh, Tiga Rumah Terancam |
|
|---|
| Nasib 1.106 PPPK Paruh Waktu Aman, Pemkab Kendal Siapkan Solusi Aturan UU HKPD |
|
|---|
| AI Jadi Tantangan, SDM di Jateng Diminta Tingkatkan Kompetensi dan Sertifikasi Pendukung Daya Saing |
|
|---|
| Kirab Budaya HUT Batang Meriah: Bupati Sebar Udek-udek Hingga Warga Rebutan 17 Gunungan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260412-longsor-semarang.jpg)