Jumat, 17 April 2026

Berita Semarang

Cuaca Ekstrem Terjang Semarang: Empat Rumah Rusak, Longsor di Ngaliyan Timpa Hunian Warga

Hujan deras dan angin kencang di Semarang akibatkan longsor di Ngaliyan serta kerusakan rumah di 4 titik. BPBD imbau warga waspada cuaca ekstrem.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: Rustam Aji
ISTIMEWA/istimewa
LONGSOR - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang melaporkan terjadinya sejumlah kejadian bencana akibat cuaca ekstrem, Minggu (12/4/2026). Dari keempat lokasi tersebut, kejadian terparah terjadi di Kelurahan Bamban Kerep, Kecamatan Ngaliyan. Peristiwa tanah longsor terjadi sekitar pukul 12.30 WIB di Jalan Candi Sewu, RT 03/RW 05. 
Ringkasan Berita:
  • Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang melaporkan terjadinya sejumlah kejadian bencana akibat cuaca ekstrem, Minggu (12/4/2026).
  • Sedikitnya empat rumah terdampak, yakni di Kelurahan Pakintelan, Kecamatan Gunungpati; Gemah, Kecamatan Pedurungan; Penggaron Kidul, Kecamatan Pedurungan; dan Bamban Kerep, Kecamatan Ngaliyan.
  • “Semua kejadian didominasi akibat angin kencang dan longsor talud. Semua rumah akibat angin kencang dan talud longsor," jelas BPBD Semarang

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG – Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur Kota Semarang pada Minggu (12/4/2026) mengakibatkan kerusakan di sejumlah wilayah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang melaporkan sedikitnya empat rumah terdampak serius akibat tanah longsor dan terjangan angin.

Wilayah yang terdampak meliputi Kelurahan Pakintelan (Gunungpati), Gemah dan Penggaron Kidul (Pedurungan), serta Bamban Kerep (Ngaliyan).

Kepala Pelaksana BPBD Kota Semarang, Endro P. Martanto, menyebutkan bahwa mayoritas insiden dipicu oleh ketahanan bangunan yang tak mampu membendung cuaca buruk.

"Semua kejadian didominasi akibat angin kencang dan longsor talud," ungkap Endro kepada Tribun Jateng, Minggu (12/4/2026).

Kerusakan terparah dilaporkan terjadi di Jalan Candi Sewu, RT 03/RW 05, Kelurahan Bamban Kerep, Kecamatan Ngaliyan sekitar pukul 12.30 WIB.

Hujan deras membuat kondisi tanah menjadi labil hingga merobohkan pondasi dan tembok sepanjang 10 meter dengan ketinggian mencapai 20 meter.

Baca juga: Hujan Deras Picu Longsor di Cimanggu Cilacap: Jalan Desa Sempat Lumpuh, Tiga Rumah Terancam

Tidak Ada Korban Jiwa, Kerugian Capai Rp 15 Juta

Material longsoran tersebut menimpa rumah milik warga bernama Admo. Meski mengakibatkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp15 juta, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

"Tim sudah turun ke lokasi untuk melakukan asesmen, dokumentasi, serta menyalurkan bantuan darurat kepada korban," tambah Endro.

Menyikapi situasi ini, BPBD Kota Semarang kini melakukan pemantauan intensif di seluruh wilayah yang mencakup 16 kecamatan dan 177 kelurahan.

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi bencana susulan, mengingat prakiraan cuaca BMKG menunjukkan Semarang masih berpotensi diguyur hujan dengan kecepatan angin mencapai 25 km/jam.

Masyarakat, terutama yang bermukim di daerah rawan longsor dan bantaran sungai, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra.

BPBD meminta warga segera melapor kepada aparat lingkungan atau instansi terkait jika menemukan rekahan tanah atau tanda-tanda potensi bencana di sekitar tempat tinggal mereka. (idy)

Baca juga: Nasib 1.106 PPPK Paruh Waktu Aman, Pemkab Kendal Siapkan Solusi Aturan UU HKPD

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved