Selasa, 28 April 2026

Berita Viral

Presiden Prabowo Ikut Pantau Kasus Miftah dan Sunhaji Penjual Es Teh, Begini Sikapnya

Presiden Prabowo Subianto turut memantau kejadian viralnya Miftah Maulana mengejek Sunhaji, pedagang es teh di Magelang.

Editor: rika irawati
Istimewa
Tangkap layar video Miftah Maulana dalam acara salawatan di Magelang, Jawa Tengah. Dalam acara itu, Miftah mengolok Sunhaji, pedagang es teh keliling yang menawarkan dagangan kepada peserta salawatan. Kejadian viral ini turut dipantau Presiden Prabowo Subianto. 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Presiden Prabowo Subianto turut memantau kontroversi Miftah Maulana Habiburrahman yang mengolok Sunhaji, penjual es teh saat acara salawatan di Magelang, Jawa Tengah.

Miftah, selain tokoh pemilik Pondok Pesantren Ora Aji di Daerah Istimewa Yogyakarta, juga merupakan Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan.

Kejadian itu pun memunculkan desakan agar Presiden Prabowo mencopot Miftah dari jabatan setingkat menteri itu.

Tegur Lewat Sekretaris Kabinet

Menurut Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi, Presiden Prabowo Subianto telah menegur Miftah terkait video viral mengolok Sunhaji, pedagang es teh.

Teguran itu, kata Hasan, disampaikan melalui Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

"Presiden sudah memberikan teguran kepada yang bersangkutan melalui Sekretaris Kabinet untuk segera meminta maaf kepada bapak Sunhaji yang mungkin saja, dan sangat mungkin, terluka perasaannya karena kejadian kemarin," kata Hasan, Rabu (4/12/2024).

Setelah itu, lanjutnya, Presiden Prabowo mendapatkan informasi bahwa Miftah telah mendatangi Sunhaji untuk minta maaf.

"Jadi, kami juga sudah mendapatkan informasi, bapak Presiden juga sudah mendapatkan informasi, Utusan Khusus Presiden sudah mendatangi bapak Sunhaji secara langsung ke Desa Banyusari, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung," katanya.

Baca juga: Ungkapan Hati Sunhaji Dihina saat Jualan Es Teh di Pengajian Magelang: Saya Tersinggung

Berdasarkan informasi yang diterima, kata Hasan, permintaan maaf Gus Miftah itu telah diterima oleh Sunhaji. 

Hasan berharap, silaturahmi dan hubungan baik bisa terus terjalin. 

"Bahkan bapak Sunhaji menyatakan ingin melihat bapak Miftah mengadakan pengajian juga di desa beliau, di daerah Banyusari," katanya.

Hasan juga menegaskan mengenai pentingnya pejabat publik menjaga ucapan, terutama terhadap masyarakat kecil. 

Apalagi, Presiden Prabowo selalu menghormati rakyat kecil.

"Beliau pernah berpidato menyatakan sangat menghormati para pedagang kaki lima, para petani, para nelayan, semua yang bekerja keras keluar dari rumah mereka memeras keringat untuk kebutuhan keluarga," katanya.

Pencopotan Kewenangan Presiden

Sementara, Juru Bicara (Jubir) Kantor Komunikasi Kepresidenan, Ujang Komarudin mengatakan, pencopotan Miftah sebagai Utusan Khusus Presiden merupakan hak prerogatif Prabowo sebagai Presiden.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved