Berita Jateng

Gelar Doa Mengenang Siswa SMK Semarang yang Tewas Ditembak Polisi, Teman Korban Minta Bukti Diungkap

Ratusan massa menggelar doa bersama dalam aksi solidaritas atas tewasnya GRO, siswa SMKN 4 Semarang, yang ditembak polisi.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/IWAN ARIFIANTO
Ratusan massa melakukan doa bersama dan menyalakan lilin dalam aksi solidaritas penembakan tiga pelajar SMK Negeri 4 Semarang, di depan sekolah tersebut di Jalan Pandaran 2, Kelurahan Mugassari, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Jumat (29/11/2024) malam. 

Pengacara publik dari LBH Semarang, Fajar Muhammad Andhika menjelaskan, lembaganya bersama tim advokasi lain sedang membentuk tim untuk membuka fakta-fakta baru dari kasus ini.

Menurutnya, kasus ini terdistraksi dengan informasi-informasi yang berkebalikan dengan fakta. 

"Namun untuk mengusut tuntas kasus penembakan Gamma perlu dukungan dari semua pihak, dari pelajar, mahasiswa,  dan kawan-kawan lain," terangnya.

Baca juga: Ekshumasi Rampung, Polda Jateng Janjikan Penanganan Kasus Polisi Tembak Siswa Semarang Transparan

Pihaknya juga menuntut kepada negara supaya memberikan perlindungan kepada korban dan keluarganya. 

"Keluarga korban sementara ini belum mendapatkan hak-haknya secara hukum sehingga masih memerlukan perlindungan-perlindungan supaya tidak diintimidasi lagi," jelasnya.

Dari kasus ini, Dika sapaannya meminta polisi sadar diri.

Menurutnya, lembaga ini juga perlu dievaluasi.

"Lembaga kepolisian harus dievaluasi total supaya kejadian serupa tidak terulang," katanya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved