Berita Cilacap

Hujan Mulai Merata, BPBD Cilacap Hentikan Penyaluran Bantuan Air Bersih ke Warga Terimbas Kekeringan

BPBD Cilacap menghentikan penyaluran bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan mulai 7 November 2024 karena hujan mulai merata.

TRIBUNBANYUMAS/PINGKY SETIYO ANGGRAENI
BPBD Cilacap menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Desa Karanggintung, Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (31/7/2024). Mulai 7 November, BPBD Cilacap menghentikan penyaluran air bersih kepada warga terdampak kekeringan lantaran hujan yang mulai merata di wilayah tersebut. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap menghentikan penyaluran bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan.

Langkah ini diambil lantaran hujan sudah mulai melanda wilayah Cilacap secara merata.

Diharapkan, kondisi itu mulai meningkatkan debit air sumur warga sehingga kebutuhan air bersih mulai terpenuhi.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cilacap, Budi Setyawan mengatakan, distribusi bantuan air bersih dihentikan sejak 7 November 2024 lalu. 

"Per 7 November 2024 sudah berakhir, setelah itu, sampai sekarang, kami tidak melakukan pengiriman bantuan air bersih lagi," kata Budi, Rabu (20/11/2024).

Baca juga: 1.227 KK di Cilacap Krisis Air Bersih, Kekeringan Hingga Air Sumur Tercampur Air Laut Jadi Pemicu

Menurut Budi, selain faktor cuaca, pihaknya juga sudah tidak menerima permohonan bantuan air bersih dari warga di wilayah terdampak kekeringan.

"Dari wilayah sudah tidak ada lagi yang mengajukan (permohonan bantuan air bersih) dan karena seiring curah hujan yang sudah mulai merata," jelas Budi.

Permintaan Tak Sebanyak Tahun Lalu

Budi menambahkan, permohonan bantuan air bersih tahun 2024 ini tak sebanyak pada tahun 2023.

Tahun ini, dia mencatat, BPBD Cilacap menyalurkan air bersih sebanyak 591 tangki atau setara dengan 2.955.000 liter.

Baca juga: 479 Warga Binaan Bakal Gunakan Hak Pilih Pilkada 2024 di Lapas Cilacap, Disediakan 2 TPS Khusus

Jumlah ini jauh lebih sedikit dari penyaluran air bersih pada tahun 2023 yang mencapai 1.843 tangki atau sebanyak 9.215.000 liter.

"Artinya, memang untuk permohonan bantuan air bersih dari wilayah tidak sebanyak tahun lalu."

"Musim kemarau tahun ini tidak separah dan tidak sepanjang tahun lalu," kata dia.

Budi menambahkan, memasuki musim penghujan, saat ini, pihaknya fokus mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor, tanah bergerak, maupun angin kencang yang seringkali menghantui wilayah Kabupaten Cilacap.

Apalagi, BMKG juga telah mengeluarkan hasil analisa terkait perkembangan musim di Cilacap yang kini telah beranjak ke musim penghujan. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved