Sabtu, 18 April 2026

Berita Wonosobo

Tradisi Momongi Tampah Wonosobo, Rasa Syukur Perajin Bambu Desa Warangan Kepil

Tradisi Momongi Tampah digelar rutin di Wonosobo. Ini merupakan bentuk rasa syukur perajin bambu di Desa Warangan, Kecamatan Kepil.

Penulis: Imah Masitoh | Editor: mamdukh adi priyanto
ist/dok pribadi
Tradisi Momongi Tampah di Desa Warangan, Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo tahun ini berlangsung di lapangan desa setempat, Senin (28/11/2024). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Tradisi Momongi Tampah digelar rutin di Wonosobo. Ini merupakan bentuk rasa syukur perajin bambu di Desa Warangan, Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo.

Tradisi ini punya cerita sejarah bagi warga setempat.

Tradisi Momongi Tampah tidak terlepas dari sejarah berdirinya desa setempat.

Baca juga: Program Food Estate di Temanggung Wonosobo Era Jokowi Dinilai Gagal, Tapi Akan Dilanjutkan

Di tempat ini tradisi momongi tampah masih terus dilestarikan.

Di Desa Warangan banyak masyarakatnya membuat tampah ataupun kerajinan lainnya yang berbahan dasar  bambu. 

Camat Kepil, Eko Peremono menjelaskan, sejarah berdirinya Desa Warangan diawali dengan perlawanan para pejuang yang sakti mandraguna atau para winasis yang berasal dari kerajaan Mataram.

Ada empat para pejuang yang begitu gigih melawan penjajahan Belanda di wilayah Wonosobo bagian timur ini.

Baca juga: Video Sega Bucu Tum Tum Kuliner Khas Wonosobo yang Wajib Dicoba

"Empat pejuang tersebut antara lain Ki Ageng Warangan atau Pangeran Gelap Ngampar, Raden Mas Jolang (Amangkurat II) atau Mbah Kiyai Satrio, Pangeran Ontowiryo atau mbah Kiyai Klesm, dan Ki Ageng Garungan," ungkapnya.

Keempat pejuang tersebut punya wilayahnya masing-masing yakni Ki Ageng Warangan atau Pangeran Gelap Ngampar, beliau kemudian memberi nama dusun yang beliau tempati dengan nama Warangan.

Kemudian, Raden Mas Jolang (Amangkurat II) atau Mbah Kiyai Satrio, beliau memberi nama Dusun Satriyan, serta Pangeran Ontowiryo atau mbah Kiyai Klesm beliau memberi nama Dusun Klesman dan Ki Ageng Garungan beliau memberi nama Dusun Garung. 

Pada waktu itu, di samping berjuang melawan Belanda, para winasis juga mendidik warga desa setempat dengan berbagai keterampilan.

"Seperti kemampuan di bidang perekonomian, bidang pertanian, maupun kemampuan membuat kerajinan bambu yang saat ini masih menjadi mata pencaharian sebagain warga setempat," terangnya.

Banyaknya perajin tampah ataupun kerajinan bambu di desa setempat dikarenakan di Desa Warangan banyak dijumpai tanaman bambu.

Tradisi momongan tampah inilah menjadi tradisi turun temurun untuk melestarikan budaya warga desa setempat yang menggambarkan keseharian warga membuat kerajinan bambu.

Baca juga: Cegah Kasus Orangtua Laporkan Guru ke Polisi Terulang, Ini Permintaan Komisi D DPRD Wonosobo

Tradisi momongi tampah ini dimulai dengan pengambilan air dari sumber mata air, kemudian ziarah ke makam leluhur, tapa bisu dan pawai obor. 

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved