Berita Jateng
Terungkap Motif Security Bunuh Karyawati Bank di Kamar Kos Semarang, Cemburu Jalan dengan Cowok Lain
Tersangka AN mengaku, membunuh korban karena dipicu sakit hati selepas mengetahui korban jalan bersama pria lain.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: khoirul muzaki
Sebaliknya, tersangka malah melihat status WhatsApp (WA) korban tapi mengecualikan nomor pribadinya.
Dia bisa mengetahui status itu karena pakai nomor atau akun fake (palsu) sehingga bisa melihat stori korban berupa status video bertuliskan "Sad" karena korban saat itu mengalami kecelakaan bersama seorang pria di Jalan Ahmad Yani, Semarang.
"Saya timbul amarah lagi di kejadian itu," katanya.
Baca juga: Pelajaran bagi Persijap saat Kalah Perdana Lawan Bhayangkara FC di Liga 2
Dari berbagai alasan itu, tersangka merencanakan pembunuhan kepada korban.
Mulanya, dia mencari korban hingga menemukannya di di Taman Indonesia Kaya dengan seorang pria.
Selepas korban dan temannya hendak pulang, tersangka langsung ke rumah kos korban.
Di situlah tersangka menunggu sembari memantau kondisi rumah kos korban.
"Korban diantar pria itu ke rumah kos. Setelah pria itu pulang lalu saya pepet pria itu di perempatan jalan dekat rumah kos korban," kata tersangka Adhi.
Dia menanyakan kepada pria itu apa statusnya dengan korban lalu dijawab hanya sekedar teman.
Setelah itu, dia kembali ke rumah kos korban lalu memanjat pagar menuju ke balkon lantai dua rumah kos, tempat kamar korban berada.
Di lantai dua rumah kos, tersangka sudah hafal kamar korban karena pernah satu kali mendatanginya ketika membantu korban mengemasi barang saat hendak pulang kampung.
"Saya ketuk pintunya, korban tanya siapa? Saya diam. Habis itu lampu kamar dimatikan korban, pintu dibuka," terang tersangka.
Melihat kedatangan tersangka di depan pintu kamar kos, korban lantas berusaha menutupnya.
Namun, tersangka yang merupakan security yang bertubuh besar dan tegap mudah saja merangsek masuk ke dalam kamar.
Tanpa ada perkataan apapun, tersangka menusuk korban sebanyak satu kali ke arah perut.
Baca juga: Pilkada 2024, Kapolda Jateng Minta Restu Ulama di Rembang, Gus Mus, Gus Baha, Gus Ubab, Gus Zaim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.