Berita Nasional

Kisah Prabowo Baca Syahadat Saat Mau Mati Dikepung Musuh di Medan Perang

Prajurit memang sudah siap untuk mati membela NKRI. Begitupun Prabowo, prinsip itu selalu tertanam di benaknya.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: khoirul muzaki
Istimewa
Prabowo Subianto 

TRIBUNBANYUMAS.COM, Sebelum menjadi orang nomor 1 di Indonesia, Presiden RI Prabowo berkarir lama di dunia militer. 


Sebagaimana prajurit lain, Prabowo juga kerap terjun di medan perang. Ancaman maut selalu menghadang. 


Prajurit memang sudah siap untuk mati membela NKRI. Begitupun Prabowo, prinsip itu selalu tertanam di benaknya.


Ia pun sempat mengalami kondisi darurat dimana posisinya sudah berada antara hidup dan mati. 

Baca juga: Tadinya Hanya Petilasan Dibuat Kuburan, Makam Habib Usman Bin Yahya di Pati Dibongkar


Peluru senapan yang ia pegang sudah hampir habis. Sementara ia dan pasukan lain sudah berada dalam kepungan serdadu musuh. 


Saat tak ada lagi senjata yang tersisa, saat itu ia merasa ajalnya sudah dekat. 


"Kesimpulan saya, tidak mungkin saya selamat. Pasukan sudah dikepung, peluru hampir habis, " katanya


Di situlah ia menyadari pentingnya menyatakan pasrah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena ia merasa tak lagi punya daya. 


Ia teringat pesan guru spiritualnya. Sebelum menghembuskan napas terakhir, atau menjelang dipanggil Yang Kuasa, umat Islam dianjurkan berucap dua kalimat syahadat. 


Dalam kondisi genting itu, Prabowo mengaku dua kalimat itu yang menandakan ia pasrah dan bersiap jika waktu itu nyawanya harus dicabut. 


"Dari situ saya sadar, hidup itu harus berjuang tapi ujungnya adalah pasrah, " katanya

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved