Minggu, 3 Mei 2026

Longsor Tambang Emas di Solok, 13 Penambang Tewas, Terjadi saat Hujan Deras

Sebanyak 40 penambang tertimbun longsor di wilayah tambang emas ilegal di Nagari Sungai Abu, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok, Sumbar

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Rustam Aji
dok. Kantor SAR Padang
EVAKUASI KORBAN - Proses evakuasi korban longsor tambang emas di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Minggu (29/9/2024). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PADANG - Nasib nahas menimpa 40 penambang emas di wilayah tambang emas ilegal di Nagari Sungai Abu, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, longsor, Kamis (26/9/2024). 

Area yang mereka tambang tiba-tiba longsor. Kejadian longsor saat hujan mengguyur wilayah Solok sejak Kamis siang.

Kamis sore sekitar pukul 17.00 WIB, penambang menggali terowongan dengan linggis mirip gua sedalam 30-40 meter.

Ada sekitar puluhan penambang di lokasi. Namun kondisi tanah yang keropos dan berlubang membuat tanah longsor dan menimbun warga yang sedang beraktivitas.

Dikutip dari Tribunnews.com, 13 penambang tewas tertimbun, 11 orang selamat dan empat orang belum ditemukan. 

Baca juga: Penampakan Tambang Emas Ilegal di Karangmojo Kebumen: di Tengah Kebun Pepaya, Pekerja dari Luar Desa

Syafrial, salah satu warga mengatakan bahwa tambang ilegal tersebut jauh dari pemukiman warga.

Untuk menuju ke lokasi, warga harus jalan kaki selama enam jam dengan melewati perbukitan. 

Syafrial menilai, lokasi yang jauh bisa jadi penyebab lama dan sulitnya proses evakuasi.

"Lokasi itu memang sudah jadi lokasi tempat warga pergi menambang emas," ujar dia. 

"Karena dalam perjalanan menuju lokasi akan bertemu sungai besar dan mendaki perbukitan," tambahnya.

Salah satu penambang yang selamat, A (25) mengatakan saat kejadian, ia berada di bagian paling depan tebing dan sedang hujan ringan.

"Awalnya ada teriakan teman dari luar, awas katanya. Tanah itu langsung longsor. Ada teman satu pondok yang menyelamatkan, di mana dikejarnya langsung pada saat kejadian," kata inisial A.

Menurut A, ia langsung pingsan saat material longsoran menimpa tubuhnya.

Baca juga: Tidak Punya Tambang Emas, Bupati Kebumen Pamer Daerahnya Miliki Banyak Wisata

Beruntung saat itu ada temannya yang langsung sigap mengjar dirinya. "Saya tertimbun, dan ditarik oleh teman dengan posisi ada batu di bagian dada. Itu dibantu secara manual, dengan cara ditarik oleh teman," sebutnya.

Ia mengaku baru sadar saat dimandikan oleh temannya di pondok.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved