Berita Banyumas
Banyumas Memasuki Musim Hujan, Warga Diminta Waspada Cuaca Ekstrem Pemicu Banjir dan Longsor
Warga Banyumas diminta mewaspadai banjir dan tanah longsor akibat cuaca ekstrem. Musim hujan di wilayah ini diprediksi terjadi akhir September.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Semarang memperingatkan potensi bencana banjir dan tanah longsor akibat cuaca ekstrem di wilayah Banyumas dan Purbalingga.
Berdasarkan analisis BMKG Semarang, saat ini, sejumlah wilayah di Jawa Tengah memasuki musim hujan, termasuk Banyumas dan Purbalingga.
Dalam rilis BMKG yang dikutip Rabu (25/9/2024), saat ini, terjadi dinamika atmosfer yang menyebabkan peningkatan suhu permukaan air laut di Laut Jawa bagian utara.
Peningkatan suhu tersebut telah menambah uap air yang signifikan sehingga memicu pertumbuhan awan konvektif.
Ditambah dengan kondisi labilitas udara dan kelembapan yang tinggi, fenomena tersebut berpotensi memunculkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Baca juga: Gempa Megathrust Cilacap Diprediksi Bikin 20 Ribu Warga Eksodus, 8 Kecamatan di Banyumas Jadi Tujuan
Bahkan, di beberapa wilayah di Jawa Tengah, hujan sedang hingga lebat itu dapat disertai petir dan angin kencang.
Wilayah Terdampak Cuaca Ekstrem
Dari data yang dikeluarkan BMKG, daerah di Jawa Tengah yang diprediksi mengalami cuaca ekstrem meliputi:
- Banjarnegara,
- Purbalingga,
- Banyumas,
- Brebes,
- Tegal,
- Pemalang,
- Cilacap.
BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, semisal banjir, tanah longsor, puting beliung, pohon tumbang, serta sambaran petir, khususnya bagi yang tinggal di daerah rawan bencana.
BPBD Banyumas Keluarkan Imbauan
Sementara, terkait prakiraan BMKG itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas Budi Nugroho mengimbau masyarakat tetap waspada menghadapi potensi cuaca ekstrem.
"Kami, saat ini, sedang dalam periode kemarau basah dan memasuki musim penghujan yang diprediksi mulai sekitar akhir September hingga awal Oktober," terangnya, Rabu.
Baca juga: Kampanye Pilkada Banyumas Tak Dilengkapi Debat Calon, Diganti Penyampaian Visi dan Misi
Ia juga menghimbau masyarakat selalu mempersiapkan diri dan memantau informasi cuaca dari BMKG.
"Apabila ada info resmi tentang hujan lebat, sebaiknya hindari daerah-daerah yang berpotensi terkena bencana, terutama bagi yang tinggal di wilayah rawan bencana," terangnya.
Budi Nugroho juga menekankan pentingnya kewaspadaan dan kesiapan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang dapat timbul akibat cuaca ekstrem ini. (*)
Baca juga: Tak Punya Uang untuk Ngopi, Pencari Burung di Mayong Jepara Rampas Kalung Emas Tetangga
Baca juga: Hore! Mulai Tahun Depan, Ada Program Medical Check Up Gratis. Kelompok Lansia Menjadi Prioritas
| Gempa Gunung Slamet Naik 10 Kali Lipat, BPBD Banyumas Ajak 4 Daerah Lain Rakor Bareng Badan Geologi |
|
|---|
| Berharap Kasus Berjalan Objektif, Tribhata Banyumas Laporkan Penganiyaan pada Mahasiswa D ke DPR RI |
|
|---|
| Tak Mau Warga Pulang Tanpa Obat saat Berobat, Wabup Banyumas Ingatkan Pentingnya Disiplin Susun RKO |
|
|---|
| Pelaku Jelas, Kuasa Hukum Korban Penganiayaan Mahasiswa Purwokerto Minta Segera Ada Tersangka |
|
|---|
| Unsoed Buka Fakta Baru Kasus Penyekapan: Korban Dilaporkan sebagai Pelaku Kekerasan Seksual |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Ilustrasi-cuaca-hujan.jpg)