Berita Rembang

Kabar Terbaru Ketua DPRD Rembang yang Ditahan Arab Saudi: Pulang setelah Jalani Sidang 5 Kali

Ketua DPRD Rembang Supadi telah tiba di Tanah Air setelah ditahan otoritas Arab Saudi soal haji ilegal.

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: rika irawati
Instagram DPRD Rembang
Ketua DPRD Rembang Supadi saat memimpin rapat dewan. Sempat menghilang di Arab Saudi karena kasus berhaji ilegal, kini dia telah kembali ke Tanah Air. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, REMBANG - Ketua DPRD Kabupaten Rembang Supadi telah tiba di Tanah Air setelah sempat dikabarkan ditahan otoritas Arab Saudi lantaran diduga berhaji menggunakan visa tak semestinya.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini mengaku menjalani sidang hingga lima kali untuk membuktikan dirinya tak bersalah.

Supadi izin cuti ke Makkah terhitung sejak 31 Mei hingga 25 Juni 2024.

Namun, dua pekan berselang sejak batas akhir masa cuti, Supadi belum juga pulang.

Belakangan diketahui bahwa Supadi ditahan oleh otoritas setempat.

Baca juga: Kondisi Terkini Ketua DPRD Rembang Ditahan Otoritas Arab Saudi karena Pakai Visa Ziarah untuk Haji

Informasi awal yang beredar ketika itu, dia harus menjalani proses hukum di Arab Saudi terkait dokumen keimigrasian yang tidak sesuai aturan untuk berhaji.

"Saya tiba di Rembang malam Selasa (Senin, 12 Agustus 2024) pukul 11 malam," kata Supadi via sambungan telepon, Kamis (15/8/2024) petang.

Supadi mengatakan, dirinya bisa pulang setelah menjalani lima kali persidangan dan tidak terbukti bersalah.

Supadi mengakui bahwa dirinya datang ke Makkah menggunakan visa ziarah.

Namun, dia menegaskan bahwa kedatangannya ke Makkah kala itu tidak bermaksud untuk berhaji meski memasuki musim haji.

Ketika terjaring razia pun, kata Supadi, yang ditanyakan oleh aparat setempat bukanlah persoalan visa.

"Bukan masalah visa. Ketika saya kena razia itu tidak ditanyai masalah visa. Saya cuma ditanya membawa apa."

"Saat itu, saya memang membawa oleh-oleh dari Indonesia sebagai hadiah untuk anak-anak yang belajar di sana. Saya juga membawa uang untuk bekal selama di sana," terang dia.

Supadi mengatakan, saat sedang berada di pesantren (asrama) para penimba ilmu asal Indonesia di Makkah, ada razia gabungan polisi Makkah, Madinah, dan Riyadh.

"Saat tanggal 9 (Juni) itu, setelah Subuh, saya ke sana, ada operasi gabungan polisi dari Makkah, Madinah, Riyadh. Saya tidak tahu yang ditargetkan apa. Karena saya juga belum pernah ditanyai masalah visa. Teman-teman yang mukim di sana ditanyai tentang kartu tanda kependudukan," jelas dia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved