Berita Demak

Tanggul Sungai Jratun Demak Masih Rembes, Warga Khawatir Banjir Bandang Kembali Terjadi saat Hujan

Hampir enam bulan sejak jebol, penambalan tanggul Sungai Jratun di Desa Karanganyar, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, belum rampung.

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/RIFQI GOZALI
ILustrasi. Perbaikan tanggul Sungai Wulan yang jebol di Dukuh Norowito, Desa Ketanjung, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, masih berlangsung, Jumat (22/3/2024). Selain Sungai Wulan, tanggul jebol juga terjadi di Sungai Jratun, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, yang hingga Minggu (4/8/2024) belum sepenuhnya berhasil ditambal. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, DEMAK - Hampir enam bulan sejak jebol, penambalan tanggul Sungai Jratun di Desa Karanganyar, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Jawa Tengah (Jateng), belum rampung.

Bahkan, rembesan air masih mengalir ke jalan utama warga.

Warga pun waswas banjir kembali menerjang permukiman mereka saat hujan turun nantinya.

Tanggul Sungai Jratun di depan Masjid Besar Al-Madinah Karanganyar jebol saat banjir Demak pada awal Februari 2024.

Sampai Minggu (4/8/2024), air masir merembes di dasar tanggul dan menggenangi jalan sehingga mengganggu aktivitas ekonomi setempat.

Imam (58), warga Desa Karanganyar mengatakan, pascabanjir, tanggul sempat ditambal darurat, kemudian ditambal lagi namun air masih merembes ke jalan.

Baca juga: Butuh Rp8 Triliun Cegah Banjir, BBWS Pemali Juana Berencana Normalisasi Sungai Jalur Jratun Seluna

Ia menilai, penambalan tanggul menggunakan urukan padas dan batu berkawat dirasa kurang efektif.

"Sejak dibangun, penambalan banjir itu. Itu cara pengerjaannya kurang pas, harusnya dicor beton itu," kata Imam di lokasi, Minggu (04/8/2024) sore, dikutip dari Kompas.com.

Rembesan air ini, kata Imam, membuat jalan menjadi licin dan membahayakan warga yang melintas.

"Mengganggu seperti ini kok, mengganggu perjalanan, dampaknya kan orang terpeleset bisa juga," ujar dia.

Imam khawatir, saat musim hujan nanti, tanggul jebol lagi lantaran tidak kuat menahan derasnya air.

"Ini kemungkinan kalau ada air besar, bedah (jebol), khawatir musti itu, hujan air turun kan tetap (arus) besar, bahaya di situ," ucapnya.

Keresahan yang sama juga diungkap Farida (37), pedagang mi ayam di dekat tanggul.

Dia terganggu karena air mengalir di bahu jalan depan warungnya.

Kata dia, beberapa pelanggan sempat terpeleset ketika hendak memarkirkan kendaraan sepeda motor.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved