Senin, 4 Mei 2026

Berita Nasional

Ucapan Maaf Jokowi, Ketum PBNU Gus Yahya: Saya Juga Akan Minta Maaf

"Nanti saya kalau di akhir jabatan juga akan minta maaf, kesalahan dan kekurangan," kata Gus Yahya.

Tayang:
Ist
Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf. Gus Yahya, sapaannya, merespons permintaan maaf Presiden Jokowi kepada rakyat Indonesia. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Ketua Umum (Ketum) PBNU, KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya merespons permintaan maaf Presiden Joko Widodo atau Jokowi kepada rakyat Indonesia di akhir masa jabatannya.

Gus Yahya menyebut Jokowi merupakan pemimpin yang baik. 

"Nanti saya kalau di akhir jabatan juga akan minta maaf, kesalahan dan kekurangan," ujarnya saat ditemui usai menghadiri acara pelantikan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah (PWNU Jateng) Masa Khidmat 2024-2029 di auditorium Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Kota Semarang, Sabtu (3/8/2024).

Baca juga: Gambar Jokowi dan Megawati Tersenyum di Balon Udara Raksasa Wonosobo

Gus Yahya menambahkan, terlepas dari kekurangan Presiden Jokowi, masyarakat patut berterima kasih karena sudah melakukan banyak hal besar yang akan bermanfaat dalam jangka panjang bagi bangsa dan negara.

"Masalah tidak akan pernah habis sampai kapanpun merupakan tugas dari orang-orang yang melanjutkan kepemimpinan itu untuk menyelesaikan masalah yang tersisa."

"Termasuk kita semua ini, kita harus berjuang karena ini bukan hanya urusan pemerintah saja tapi kepentingan dari seluruh warga masyarakat," ujarnya.

Konsolidasi Nasional

Kepada pengurus PWNU yang baru saja dilantik, pihaknya akan melakukan konsolidasi nasional, dan Jateng akan menjadi bagian dari desain yang sudah dibangun tersebut bersama seluruh jajaran kepemimpinan NU dari level pusat sampai ke ranting.

Ia sudah membuat wadah-wadah kelembagaan untuk operasionalisasi dari konsolidasi itu seperti misalnya gerakan warga masyarakat NU yang akan menjadi wadah semua agenda NU dengan masyarakat sampai di tingkat desa. 

PBNU juga sudah berhasil membentuk jaringan satuan tugas di lebih dari 30.000 desa di tujuh provinsi, dan masih akan terus berlanjut.

Pihaknya sekarang ini sudah punya personil satgas lebih dari 130 ribu personel sampai di tingkat desa, karena setiap desa akan ada 7 orang, kecamatan ada 18 orang, kabupaten ada 9 orang setiap provinsi ada tujuh orang. 

"Semua akan bekerja secara terkonsolidasi dan koheren mulai dari nasional sampai ke tingkat desa," imbuhnya.(*)

Baca juga: Pj Gubernur Minta Sinergi dengan PWNU Jateng DItingkatkan, Pelantikan Pengurus di Semarang

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved