Berita Jateng
Mudah Dikenali, Seperti Penampakan Hati Sapi Terkontaminasi Cacing, Tekstur Berlubang
petugas kesehatan Dinas Pertanian dan Kesehatan Hewan (Dispertan) menemukan hati sapi tersebut berbeda dengan yang lain.
Penulis: Agus Salim Irsyadullah | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Seekor sapi kurban di Kampung Pungkuran Kutoharjo Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kendal, terindikasi pernah terjangkit penyakit cacing hati.
Hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas kesehatan Dinas Pertanian dan Kesehatan Hewan (Dispertan) menemukan hati sapi tersebut berbeda dengan yang lain.
Bahkan dalam pandangan mata telanjang, terlihat hati sapi dalam kondisi pucat dan terdapat warna keputihan di permukaan.
Ketika disentuh, terdapat tekstur mirip benjolan daging di sekitar hati sapi.
Baca juga: Temuan PPATK Transaksi Judi Online Rp 600 Triliun, Jauh Lebih Besar dari Korupsi
Petugas Dispertan lantas dengan cekatan mencegah warga yang hendak memasak hati tersebut, sebelum dibagikan kepada warga yang lain.
Maklum, di lokasi pemotongan daging hewan itu, panitia langsung memasak setengah matang jeroan agar mudah dipotong. Kemudian dibagikan kepada warga sekitar.
Tim pemeriksa dari Dispertan, dokter hewan Zaki menuturkan hati sapi yang telah terkontaminasi penyakit cacing tidak boleh dikonsumsi.
Jika tetap memaksa dikonsumsi, bisa berbahaya bagi tubuh.
"Hati sapi yang kita temukan di Pungkuran ini terindikasi pernah terkena cacing. Tapi ini sudah tidak ada cacingnya. Tersisa rumah cacingnya,"
"Karena biasanya kalau kena penyakit cacing, pasti cacing itu akan buat kayak rumah di sekitar hati." katanya saat memeriksa daging kurban di Kampung Pungkuran Kutoharjo Kecamatan Kaliwungu Kendal, Senin (17/6/2024).
dr. Zaki menduga, jauh hari sebelum Iduladha, pemilik telah melakukan pengobatan pada sapi yang terkena penyakit cacing.
Hanya saja, butuh waktu agar rumah cacing yang bersarang di hati bisa ikut hilang.
"Temuan ini biasanya sudah diobati pemiliknya. Jadi yang tersisa tinggal rumah cacing," terangnya.
Setelah diberikan penjelasan detail, panitia kurban memisahkan jeroan yang terkontaminasi tersebut dari jeroan yang lain dan dimasukkan ke dalam karung.
Baca juga: 6 Benda Bersejarah di Banjarnegara yang Mendesak Ditetapkan Sebagai Cagar Budaya, Ada Eks Stasiun
Nantinya, jeroan yang jadi favorit pecinta kuliner itu akan dibuang karena tidak layak konsumsi.
Ketua panitia kurban Kampung Pungkuran Kutoharjo, Taufik Iqbal mengatakan kasus serupa pernah terjadi pada kurban edisi sebelumnya.
Ia berharap, daging kurban yang bakal dibagikan ke warga bisa dikonsumsi dengan aman.
"Tadi setelah dilakukan pemeriksaan memang ada temuan itu. Tahun sebelumnya ya ada, cuma ya kita sama buang dagingnya. Tidak dikonsumsi," ungkapnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.