Berita Banyumas
Astagfirullah, Remaja Bawa Celurit Usai Salawatan di Banyumas Berujung Diamuk Massa
Dua remaja di Desa Tinggarjaya, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas dihajar massa karena membawa senjata tajam jenis celurit
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: khoirul muzaki

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Dua remaja di Desa Tinggarjaya, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas dihajar massa karena membawa senjata tajam jenis celurit.
Bukannya mendapatkan ilmu usai mengukuti salawatan dua remaja itu malah diamuk massa.
Dua remaja itu berinisial AF (15) dan LT (15) warga Desa Rawaheng, Kecamatan Wangon.
Keduanya membawa sajam setelah mengikuti Salawatan di Desa Bantar, Kecamatan Jatilawang.
Video kejadian tersebut ramai beredar di media sosial dengan narasi geng motor.
Baca juga: Perpusda Wonosobo Simpan 133 Lebih Naskah Kuno, Sudah Didigitalisasi
Kapolsek Jatilawang, AKP Hidayat mengatakan, kejadian terjadi Sabtu (1/6/2024) malam di Jalan raya Desa Tinggaryaja - Bantar pukul 24.00 WIB.
"Jadi itu anak desa Rawaheng, ikut salawatan di Desa Bantar, tapi salah salah satu anak itu ada yang bawa celurit," ujar Kapolsek kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (4/6/2024).
Kapolsek menjelaskan, kedua anak remaja tersebut datang ikut salawatan hanya berboncengan dua.
"Pas ikut salawatan celuritnya disimpan di sawah (pinggir jalan raya Tinggarjaya - Bantar) kemudian habis salawat celuritnya diambil.
Terus ada yang liat anak perempuan," katanya.
Lalu anak yang melihat AF (15) mengambil celurit spontan memberitahukan ke anak-anak sekitar yang baru habis pulang salawatan ada yang membawa celurit.
"Itu bawa celurit, akhirnya sama anak perempuan itu disampaikan ke anak-anak Tinggarjaya karena waktu itu kan habis salawat banyak anak-anak.
Baca juga: Bukan Kota Santri, Kabupaten Penghasil Migas di Jateng Ini Punya Program Sekolah Sisan Ngaji
Akhirnya keduanya dihentikan, karena memang bawa celurit akhirnya dihajar masaa disitu.
Kita Polsek sangat cepat kesana mengamankan anak tersebut dan dibawa ke kantor," katanya.
Menurutnya, anak tersebut juga telah diberikan pembinaan, dan setiap hari Senin atau Kamis diwajibkan mengikuti apel di Mapolsek Jatilawang.
"Kemarin anak itu kita suruh apel setiap senin dan kamis untuk pemantauan, dan kami juga sudah koordinasi dengan Polres," terangnya. (jti)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.