Jumat, 1 Mei 2026

Berita Jateng

Bukan Kota Santri, Kabupaten Penghasil Migas di Jateng Ini Punya Program Sekolah Sisan Ngaji

Bupati Blora, Arief Rohman mensosialisasikan program Sekolah Sisan Ngaji (SSN) kepada Guru TPQ se Kabupaten Blora

Tayang:
Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: khoirul muzaki
Pemkab Blora
Bupati Blora Arief Rohman saat mensosialisasikan program SSN kepada guru TPQ se Kabupaten Blora, Selasa (4/6/2024) 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BLORA - Bupati Blora, Arief Rohman mensosialisasikan program Sekolah Sisan Ngaji (SSN) kepada Guru TPQ se Kabupaten Blora, di Pendopo Kabupaten, Selasa (4/6/2024).


Diketahui, program yang diinisiasi dalam rangka menanamkan kepada peserta didik agar mempunyai kebiasaan yang baik dalam melaksanakan ibadah telah resmi diluncurkan pada 20 Maret 2024.


Bupati Arief berharap program SSN dapat dilaksanakan dengan baik di seluruh sekolah di Kabupaten Blora.


"Saya berharap program ini dapat diselenggarakan dengan baik di seluruh sekolah untuk pembekalan pendidikan karakter anak," katanya.

Baca juga: Tak Ingin Hisabnya Berat di Akhirat, Bupati Kebumen Proses Hukum Anak Buahnya yang Peras Calon ASN


Materi inti untuk siswa muslim dari program SSN ada tiga, antara lain siswa setelah lulus SD minimal bisa Baca sekaligus Tulis Al-Qur’an, kemudian hafal surat pendek serta praktik ibadah dan zikir.


Lebih lanjut, Arief tidak ingin program tersebut memberatkan para siswa.


"Saya tidak ingin program ini terkesan memberatkan dan anak-anak terbebani, sebab kebiasaan-kebiasaan yang baik akan mendatangkan kebaikan," tuturnya.


Sedangkan untuk siswa pemeluk agama lain nantinya menyesuaikan ajaran di agamanya masing-masing.

Baca juga: Purbalingga Dsisuntik Rp 26 Miliar oleh Pemerintah Pusat untuk Program Sanitasi dan Air Bersih


Arief pun meminta para guru TPQ untuk mendukung program SSN. Karena kualifikasi kompetensi tenaga pendidik harus sesuai dengan ruang lingkup materi SSN yang diampu.


"Apabila tidak terpenuhi maka sekolah dapat mengusahakan tenaga pendidik yang mempunyai keahlian bidang tersebut yang berasal dari luar satuan pendidikan, seperti: satuan pendidikan terdekat, tokoh masyarakat dan lembaga keagamaan," jelasnya.


Bahkan, Arief mengaku akan senantiasa membuka diri untuk menerima masukan usul, saran untuk kelanjutan pembangunan ke depan.(Iqs)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved