Selasa, 14 April 2026

Pilkada 2024

Sosok Bupati Ideal di Banyumas Raya Pilkada 2024 Menurut Akademisi Unsoed

Dr Indaru Setyo Nurprojo menuturkan calon pemimpin di Banyumas Raya memiliki konektivitas nasional dan memiliki kapital memadai.

ist/dok pribadi
Akademisi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Indaru Setyo Nurprojo memberikan penjelasan saat diskusi bertema Menakar Kriteria Pemimpin dalam Pilkada di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (18/5/2024). Calon pemimpin harus sudah selesai dengan dirinya sendiri atau memiliki kapital atau sumber dana yang memadai. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Akademisi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Dr Indaru Setyo Nurprojo membeberkan opininya terkait bupati ideal yang memimpin wilayah di Banyumas Raya untuk Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada 2024.

Ketua Jurusan Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsoed ini menuturkan, empat kabupaten di wilayah Banyumas Raya, yaitu Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara, membutuhkan pemimpin yang memiliki konektivitas nasional.

Selain itu, kata dia, calon pemimpin tersebut harus sudah selesai dengan dirinya sendiri atau memiliki kapital atau sumber dana yang memadai.

Baca juga: Unsoed Pastikan 70 Persen Calon Mahasiswa Jalur SNBP Dapat UKT Rendah, Rp 500 Sampai Rp 2,5 Juta

Pada 2024, akan banyak muncul calon-calon pemimpin baru maupun petahana yang akan bertarung dalam pilkada.

"Artinya, kita perlu mempertimbangkan siapa yang layak dicalonkan oleh partai, tentu dengan berbagai pertimbangan," katanya usai diskusi bertema Menakar Kriteria Pemimpin dalam Pilkada di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Sabtu (18/5/2024).

Ia menekankan, pertimbangan pertama adalah kapabilitas atau kemampuan, baik dalam manajerial, manajemen konflik, mengelola birokrasi, menggali masalah, dan menyelesaikan persoalan.

Mengingat Pendapatan Asli Daerah (PAD) di wilayah Banyumas Raya masih tergolong rendah.

Baca juga: Mahasiswa Unsoed dan UNS Solo Mengadu ke DPR RI Soal UKT: Negara Tak Lagi Memelihara Fakir Miskin

Indaru menegaskan, kepala daerah yang dibutuhkan adalah sosok yang memiliki konektivitas di tingkat nasional.

"Apapun itu, bisa dari pemerintah pusat, kementerian, atau lainnya. 

Karena selain dana dari DAU (Dana Alokasi Umum), diperlukan konektivitas tersebut," ungkapnya kepada Tribunbanyumas.com.

Sebagai contoh, Indaru menyebut Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka, yang mendapatkan dukungan dana dari berbagai kementerian untuk mendukung pembangunan di kotanya berkat jejaring di tingkat nasional.

Selanjutnya, Indaru menekankan pentingnya kemampuan kapital atau finansial yang dimiliki calon kepala daerah.

"Seperti yang terjadi di Brebes, orang menunjukkan aset-asetnya.

Itu bagian dari mengidentifikasi mereka memiliki kapital yang cukup besar.

Artinya, mereka sudah selesai dengan dirinya sendiri dalam hal finansial," terangnya. 

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved