Pertanian

Kelangkaan dan Harga Beras Mahal, Prof Ahmad Muslim: Kurangnya Mitigasi Perubahan Iklim

Dekan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya Prof Ahmad Muslim mengungkapkan penyebab kelangkaan dan harga beras mahal.

Permata Putra/Tribunbanyumas.com
Presiden Joko Widodo melakukan tanam padi di Desa Sokaraja Kidul, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Rabu (3/1/2024). Dekan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya, Prof Ahmad Muslim mengungkapkan, penyebab kelangkaan dan harga beras yang naik karena kelangkaan beras yang terjadi akhir-akhir ini sebagai akibat dari kurangnya mitigasi perubahan iklim di Indonesia. 

"Produksi utama beras kita masih rendah.

Luas lahan tanam kita di angka 10,2 juta hektare.

Padahal idealnya, luas lahan padi itu 500 meter persegi perkapita.

Artinya, kita butuh sekitar 14 juta hektare, baru kita bisa memenuhi swasembada pangan," ujarnya.

Untuk mencukupi kebutuhan pangan, Prof Muslim menambahkan, selain strategi jangka pendek, pemerintah perlu mengambil strategi jangka panjang.

Baca juga: Harga Cuma Rp 10.200/kg, Warga di Banyumas Rela Antre Beli Borong Beras Murah

Misalnya, mengembalikan pertanian menjadi program strategis pemerintah.

"Kalau kita lihat, Kementerian Pertanian tidak termasuk ke dalam 10 kementerian dengan anggaran besar.

Padahal kita butuh program-program strategis berkelanjutan untuk menjaga ketahanan pangan," imbuhnya. (*)

Baca juga: Menurunkan Harga Beras, Pemprov Jateng Gelar Gerakan Pangan Murah 100 Kali hingga Idulfitri

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved