Berita Jateng

Menurunkan Harga Beras, Pemprov Jateng Gelar Gerakan Pangan Murah 100 Kali hingga Idulfitri

Gerakan pangan murah yang digelar Pemprov Jateng digelar hingga 100 kali sampai lebaran atau Idulfitri mendatang.

ist/dok pemprov jateng
Pj Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana mengikuti panen padi bersama petani di Desa Tunjungan, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo, Senin (26/2/2024). Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar gerakan pangan murah (GPM). Gerakan pangan murah tersebut bakal digelar sebanyak 100 kali hingga Idulfitri mendatang. Program itu digencarkan guna menstabilkan inflasi dan menurunkan harga beras di pasaran. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, MAGELANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar gerakan pangan murah (GPM).

Gerakan pangan murah tersebut bakal digelar sebanyak 100 kali hingga Idulfitri mendatang.

Program itu digencarkan guna menstabilkan inflasi dan menurunkan harga beras di pasaran.

Baca juga: Harga Beras Premium Tembus Rp18 Ribu/Kg, Warga Kota Tegal Buru Beras SPHP Bulog

"Sampai saat ini sudah terealisasi 72 kegiatan GPM," kata Pj Gubernur Jateng, Nana Sudjana usai meninjau kegiatan Gerakan Pasar Murah di halaman Kantor Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Rabu, 28 Februari 2024.

Sebab, lanjut Nana, hingga kini sejumlah harga sembako mengalami kenaikkan.

Ia menyebutkan, harga beras medium sekitar Rp15 ribu sampai Rp16 ribu, dan beras premium kisaran Rp19 ribu sampai Rp20 ribu.

Selain itu, harga komoditas cabai, telur, dan daging juga fluktuatif.

Baca juga: Pedagang Pasar Segamas Purbalingga Digelontor 4 Ton Beras, Beli ke Bulog Hanya Rp 10.200 Perkilogram

Dikatakan dia, tujuan GPM ini selain menstabilkan inflasi, juga membantu keterjangkauan masyarakat untuk membeli bahan-bahan pangan.

Sebab, harga komoditas di GPM lebih murah jika dibandingkan dengan harga di pasar, karena Pemprov Jateng memberikan subsidi transportasi kepada para vendor.

Setidaknya ada 13 vendor yang dilibatkan dalam GPM di Kabupaten Magelang.

Mereka menyediakan bahan pangan berupa beras, gula, minyak goreng, ayam potong, telur, hingga tepung.

Misalnya Bulog Cabang Magelang semula menyediakan stok 6 ton beras, setelah melihat antusias masyarakat, Bulog kemudian menambah stok 2 ton, jadi total 8 ton beras SPHP dari Bulog.

Lalu ada stok beras yang dijual oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) setempat sekitar 2 ton.

"Alhamdulillah pelaksanaan GPM tadi cukup ramai.

Ini terus akan kita gelorakan, tidak hanya provinsi, tetapi mungkin nanti dari kabupaten/kota melakukan hal sama," kata Nana.

Pangan Murah di Magelang

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved