Berita Jateng
Kasus DBD di Jepara Mengkhawatirkan, 8 Meninggal, RS Tambah Bangsal
Kasus DBD di Jepara mengakibatkan delapan warga meninggal. Rumah sakit juga bersiap-siap menambah bangsal untuk merawat pasien.
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: mamdukh adi priyanto
ist/dok pemkab jepara
Pj Bupati Jepara, Edy Supriyanta saat mengunjungi pasien DBD di RSUD RA Kartini Jepara. Pemerintah Kabupaten Jepara melakukan langkah-langkah untuk menangani kasus demam berdarah dengue atau DBD. DBD di Jepara cukup mengkhawatirkan, jumlah penderita tercatat tinggi.
"Di UGD pasien sudah ditangani perawatannya, tinggal dipindah ruangan agar tidak menumpuk di UGD," kata Direktur RSUD dr Tri Iriantiwi.
Pihak rumah sakit juga akan merekrut dokter temporer dari klink-klink.
Tempo perekrutan kurang lebih tiga bulan, sifatnya sementara untuk dapat membantu penanganan pasien DBD. (*)
Baca juga: Seorang Anak di Pati Meninggal akibat DBD. Selama Januari, 33 Warga Terserang Demam Berdarah
Berita Terkait
Berita Terkait: #Berita Jateng
Pernah Jadi Pusat Peradaban Islam di Jawa, Kabupaten Ini Masuk Salah Satu Penghasil Beras Terbesar |
![]() |
---|
Respons Ahmad Luthfi usai Fasilitas Kantor Gubernur Jateng Dirusak dan 3 Mobil Dibakar |
![]() |
---|
Aksi Brutal Massa Bakar Fasilitas DPRD Surakarta, Petugas Kewalahan |
![]() |
---|
Gubernur Ahmad Luthfi Minta Masyarakat Jateng Tetap Tenang dan Tidak Terpengaruh Provokasi |
![]() |
---|
40 Koperasi Merah Putih di Kabupaten Brebes Sudah Beroperasi, Sediakan Pupuk Subsidi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.