Pemilu 2024
Gus Mus 'Melupakan' Surat Suara Pilpres di TPS: Ojo Mbok Maknai Macem-macem
Ulama kharismatik, Guru Bangsa 'kehilangan' surat suara berwarna abu-abu atau untuk pilpres. Ternyata, ia melupakannya di bilik suara.
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: mamdukh adi priyanto
TRIBUNBANYUMAS.COM, REMBANG - Ada peristiwa kecil yang agak menggelitik saat KH Ahmad Mustofa Bisri alias Gus Mus menyalurkan hak pilihnya pada Pemilu 2024.
Ulama kharismatik tersebut menggunakan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 001 Kelurahan Leteh, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, Rabu (14/2/2024) pagi.
Usai mencoblos di bilik suara, Gus Mus sempat agak kebingungan mencari surat suara berwarna abu-abu untuk dimasukkan ke dalam kotak suara.
Baca juga: Pesan Menyentuh Ketum PBNU Gus Yahya Usai Nyoblos di TPS Leteh Rembang
Surat suara berwarna abu-abu adalah untuk pemilihan Presiden dan Wakil Presiden.
Sempat mengira surat suara abu-abu ikut terlipat bersama surat suara jenis lain, Gus Mus tetap tidak dapat menemukannya.
Kiai sepuh NU yang berusia 79 tahun itu lalu memasukkan terlebih dahulu surat suara jenis lain, yakni merah (DPD), hijau (DPRD Kabupaten), biru (DPRD Provinsi), dan kuning (DPR RI).
Setelah itu, ada yang memberi tahu bahwa ternyata surat suara presiden dan wakil presiden yang dicari oleh Gus Mus masih tertinggal di bilik suara.
Baca juga: Jumlah Lokasi Penunda Pemilu akibat Banjir Demak Bertambah, Total 114 TPS di 10 Desa
"Wis tak coblos tapi gak kegowo (Sudah saya coblos tapi tidak terbawa).
Nggak tahu saya itu.
Ojo mbok maknani macem-macem (Jangan kamu maknai macam-macam)," ucap Gus Mus saat diwawancarai awak media tentang insiden kecil itu.
Untuk diketahui, pukul 09.49 WIB Gus Mus berjalan kaki ke TPS dari Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin yang dia asuh.
Jarak pondok pesantren ke TPS hanya kurang dari 100 meter.
Didampingi keluarga, Gus Mus mengenakan sarung hitam serta baju koko dan kopiah putih.
Sahabat karib mendiang Gus Dur ini duduk mengantre sekira 10 menit sebelum mendapat giliran untuk mencoblos.
Baca juga: Ajak Umat Bersyukur, Gus Mus Kisahkan Temannya yang Seperti Firaun
Gus Mus hanya membutuhkan waktu sekitar empat menit untuk mencoblos lima jenis surat suara.
Harapan Gus Mus
Ditanya harapannya terkait Pemilu, Gus Mus mendoakan agar semua baik-baik saja.
"Pemilu kan sudah rutin tiap lima tahun sekali.
Selesai Pemilu ya sudah, balik lagi ke kehidupan biasa.
Tinggal tunggu hasilnya.
Kita kan sudah lama berdemokrasi," ungkap dia.
Gus Mus berharap, lewat Pemilu ini terpilih pemimpin yang mengerti rakyatnya, jujur, amanah, dan bertanggung jawab.
Baca juga: Pesan Gus Mus Hadapi Pemilu 2024: Jangan Mudah Terprovokasi dan Harus Berkepala Dingin
"Saya berdoa supaya dapat pemimpin yang baik, yang dipilih oleh Allah.
Kemarin saya doanya supaya kita jangan diberi penguasa yang tidak takut pada Tuhan dan tidak punya belas kasihan terhadap rakyat.
Itu doa saya," jelas Gus Mus.
Ditanya mengenai suara kalangan Nahdliyin yang terbelah pada Pemilu kali ini, Gus Mus menanggapi santai.
Menurut dia, hal tersebut sangat wajar mengingat bahwa NU merupakan organisasi terbesar di dunia.
"Berapa kali (lipat) penduduk Malaysia (warga) NU itu?
Beberapa negara dijadikan satu, baru sama (jumlahnya) dengan warga NU.
Disuruh jadi satu tidak bisa.
Selamanya ndak bisa dadi siji.
Karena NU banyak.
Yang cuma sedikit saja dijadikan satu tidak bisa, apalagi sebanyak itu.
Orang NU juga sudah biasa," papar dia.
Hanya saja, menurut Gus Mus, hal itu sepatutnya hanya untuk konteks Pemilu saja.
Setelah itu kehidupan kembali seperti biasa.
Baca juga: Ramai-ramai Tokoh Nasional Datangi Gus Mus, Mantan Menteri Agama Ungkap Misinya
"Ini hanya untuk Pemilu saja. Setelah itu biasa, mau apa lagi.
Rakyat sudah berkali-kali menghadapi pemilu.
Setelah ini seperti biasanya.
Yang tani tetap tani, pegawai tetap pegawai, pedagang tetap berdagang, wartawan tetap wartawan, mau apa lagi?" ungkap Gus Mus retoris.
Untuk diketahui, sebelum Gus Mus mencoblos, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf terlebih dahulu menyalurkan hak pilihnya di TPS 003 yang lokasinya berhadapan persis dengan TPS Gus Mus. (*)
Baca juga: Para Tokoh Nasional Ramai-ramai MerapatBerkunjung ke Kediaman Gus Mus di Rembang, Ada Apa?
Duh, Lagi-lagi Ketua KPU RI Terbukti Langgar Kode Etik. Kali Ini Soal Kebocoran Data Pemilih |
![]() |
---|
Daftar 50 Caleg Terpilih DPRD Kabupaten Semarang pada Pemilu 2024, PDIP Raih Kursi Terbanyak |
![]() |
---|
45 Nama Caleg Terpilih DPRD Kabupaten Wonosobo Hasil Pileg 2024 |
![]() |
---|
50 Nama Caleg Terpilih DPRD Kabupaten Tegal Hasil Pileg 2024 |
![]() |
---|
Kabulkan Gugatan Yakin, KIP Perintahkan KPU Serahkan Data DPT, Hasil Pemilu, dan Informasi Server |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.