Berita Jateng

Ajak Umat Bersyukur, Gus Mus Kisahkan Temannya yang Seperti Firaun

Gus Mus dalam pengajian itu menyatakan pentingnya bersyukur. Oleh sebab itu bersyukur sangat penting untuk menyadari nikmat.

Rahdyan Trijoko/Tribun Jateng
Ulama kharismatik asal Rembang, KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus berikan petuah-petuah kepada para santri dan santriwati pada pengajian bareng di Joglo Ponpes Al Itqon Bugen Tlogosari Semarang, Minggu (4/2/2024) malam. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG-Ulama kharismatik asal Rembang, KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus berikan petuah-petuah kepada para santri dan santriwati pada pengajian bareng di Joglo Ponpes Al Itqon Bugen Tlogosari Semarang, Minggu (4/2/2024) malam.

Gus Mus dalam pengajian itu menyatakan pentingnya bersyukur. Oleh sebab itu bersyukur sangat penting untuk menyadari nikmat.


"Bersyukur harus menyadari adanya anugerah atau nikmat. Kalau orang tidak menyadari adanya nikmat maka tidak akan bersyukur," ujarnya.


Menurut Gus Mus, jarang ada yang menyadari mensyukuri nikmat. Dirinya mencontohkan nikmat yang jarang disyukuri adalah bernafas. 


"Saya punya teman seperti Fir'aun. Jarang sakit. Waktu dia masuk ICU saya sengaja datang. Saya tunggu sampai diperkenakan tilik (membesuk). Teman saya pun bilang ternyata bernafas itu nikmat sekali," jelasnya.

Baca juga: Jembatan Kali Keruh di Kandangserang Pekalongan Ambrol Diterjang Banjir, Akses 3 Desa Terputus


Dia mengajak bersyukur nikmat Allah yang paling besar. Pertama diciptakan menjadi manusia.


"Yang paling mulia dan afdol adalah namanya manusia karena bisa berfikir, berperasaan. Saya mengajak untuk mensyukuri," ujarnya 


Kemudian syukur yang kedua adalah menjadi orang Islam mengikuti Nabi Muhammad SAW. Sebab Nabi Muhammad SAW dipilih oleh Allah dari sekian banyak manusia.


"Contoh kehidupan yang baik orang itu menjaga kemanusiaan yaitu Nabi Muhammad SAW. Kita bersyukur mengikuti jejak Nabi Muhammad SAW karena pilihan kita dan itu hak prerogatif," tuturnya.


Syukur yang ketiga adalah ditempatkan di Indonesia. Banyak orang yang mengorbankan kewarganegaraan untuk bisa menetap Indonesia. 


"Saya hampir keliling dunia. Saya jika di luar negeri saya menangis ingat Indonesia. Karena di Eropa ada empat musim. Tidak ada yang enak. Enak di Indonesia, " tuturnya.

Baca juga: Gus Men di AICIS 2024, Indonesia Bisa Menjadi Poros Utama Atasi Konflik Global


Ia menuturkan ketiga nikmat jarang disyukuri. Sebab orang akan bersyukur ketika menyadari nikmat.


"Saya mengajak agar bisa mensyukuri nikmat yang diberikan Allah SWT," tandasnya.


Pengasuh Ponpes Al Itqon Bugen Tlogosari Semarang, KH Ubaidillah Shodaqoh mengatakan ngaji bareng Gus Mus merupakan ajang bertemunya wartawan, para santri dan segala profesi untuk menjalin silaturahmi. 


"Kita bersama-sama anak bangsa untuk memenangkan Indonesia," tuturnya.


Ia mengatakan kegiatan ini diselenggarakan setiap malam Senin Pahing. Kebetulan kegiatan ini bersamaan dengan debat Capres.


"Ini merupakan agenda tetap yang rutin dilaksanakan," tandasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved