Imlek 2024

Sempat Khawatir Sepi di Tengah Pemilu, Produsen Barongsai Semarang Kebanjiran Order Menjelang Imlek

Pengrajin barongsai di Pecinan Kota Semarang kebanjiran order meski sempat khawatir permintaan sepi lantaran Imlek 2024 berdekatan dengan Pemilu 2024.

Editor: rika irawati
FREEPIK/VECSTOCK
Ilustrasi barongsai. Menjelang Imlek 2024, produsen barongsai di Pecinan, Kota Semarang, kebanjiran pesanan meski sempat khawatir sepi karena Imlek berdekatan dengan Pemilu 2024. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Banyaknya pesanan barongsai dan liong menjelang Imlek 2024 membuat produsen di Jalan Petudungan Pecinan, Semarang Tengah, Semarang, Jawa Tengah (Jateng), kewalahan.

Mereka pun terpaksa menolak beberapa pesanan yang masuk serta rela tidur hanya satu jam untuk merampungkan pemesanan.

Satya Heri Chandra (32), satu di antara produsen barongsai di Pecinan Semarang, mengaku telah menolak beberapa pemesan karena banyaknya antrean yang harus dibuat.

"Banyak yang saya tolak ini," jelasnya saat ditemui di lokasi produksi barongsai miliknya, Selasa (30/1/2024).

Saat ini, dia sudah mengirim barongsai buatannya ke beberapa daerah, di antaranya ke Jawa Timur (Jatim), Jawa Barat (Jabar), Kalimantan, Sumatera, dan Jateng.

"Total, 20 barongsai yang sudah saya kirim," katanya lagi.

Baca juga: Barongsai Tak akan Meriahkan Imlek di Kelenteng Tay Kak Sie Semarang, Hormati Masa Tenang Pemilu

Satu barongsai biasanya dijual mulai harga Rp6 juta.

Harga tersebut sudah finishing dan siap digunakan pentas.

"Jadi, tinggal pakai saja itu," kata Satya.

Namun, untuk naga atau liong, harganya jauh lebih mahal, mulai Rp8,5 juta hingga Rp9,5 juta.

Hal itu disebabkan pengerjaannya lebih lama.

"Kalau barongsai, satu pekan jadi. Kalau naga, bisa jauh lebih lama," imbuhnya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Carlos Fortes Mundur dari PSIS Semarang, Dapat Tawaran Main di Timur Tengah

Dia sempat ragu penjualan barongsai di Imlek tahun ini ramai karena berdekatan dengan pemilu.

Namun, Satya bersyukur, kekhawatirannya tersebut tak terbukti.

"Tapi malah dugaan kami salah, produksi meningkat," kata dia.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved