Berita Jateng

Jateng Barat Jadi Kantong Kemiskinan, Pj Gubernur Colek Kepala Daerah

Jumlah penduduk miskin di wilayah Jateng barat atau di pantura barat menjadi yang tertinggi di Jateng.

Penulis: budi susanto | Editor: mamdukh adi priyanto
Tribunnews.com/Jeprima
Ilustrasi kemiskinan. Sejumlah bangunan tidak layak huni liar berdiri di pinggir aliran kali. Jumlah penduduk miskin di wilayah Jateng barat atau di pantura barat menjadi yang tertinggi di Jateng. Kondisi ini menjadi sorotan Pj Gubernur Jateng, Nana Sudjana. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Jumlah penduduk miskin di wilayah Jateng barat atau di pantura barat menjadi yang tertinggi di Jateng.

Kondisi ini menjadi sorotan Pj Gubernur Jateng, Nana Sudjana.

Setidaknya, ada 6 kabupaten dan 2 kota yang masuk wilayah Jateng yang berada di pantura barat.

Baca juga: Pj Bupati Singgung Kemiskinan Ekstrem di Banyumas, Husein Titip Smart City

Mulai Kendal, Batang, Pekalongan, Pemalang, Tegal, Brebes, Kota Pekalongan, dan Kota Tegal.

Catatan BPS pada 2022, total penduduk miskin di 8 daerah yang ada di pantura barat mencapai 887 ribu jiwa.

Total tersebut berkontribusi besar pada jumlah penduduk miskin di Jateng yang mencapai  3,8 juta jiwa pada 2022.

Jika dihitung, jumlah penduduk miskin di wilayah tersebut mencapai 22 persen lebih dari total penduduk miskin miskin di Jateng.

Baca juga: Jumlah Penduduk Miskin Tertinggi di Jawa Tengah Ada di Wilayah Pantura Barat, Ini Rinciannya

8 daerah di pantura barat Jateng yang merupakan kantong kemiskinan:

  1. Kabupaten Brebes dengan jumlah penduduk miskin mencapai 290 ribu jiwa.
  2. Kabupaten Pemalang dengan 195 ribu jiwa.
  3. Kabupaten Tegal dengan 113 ribu jiwa.
  4. Kabupaten Kendal dengan 93 ribu jiwa.
  5. Kabupaten Pekalongan 87 ribu jiwa.
  6. Kabupaten Batang 69 ribu jiwa.
  7. Kota Pekalongan 21 ribu jiwa
  8. Kota Tegal 19 ribu jiwa.


Pj Gubernur Jateng, Nana Sudjana menuturkan, jumlah tersebut dikarenakan ada beberapa permasalahan yang dialami di beberapa daerah.

Seperti Indeks Pembangunan Manusia (IMP), pengangguran terbuka hingga stunting.

Ia memberikan contoh, di Kabupaten Pemalang yang memiliki IPM rendah mencapai 67,19 persen, lebih rendah dari IPM Jateng di angka 72,79 persen.

“Saya minta semua kepala dinas di bawah pimpinan kepala daerah bekerja keras untuk mengatasi permasalahan yang ada di daerah,” tegas Nana, Kamis (12/10/2023).

Pasalnya berbagai persoalan yang dihadapi di daerah berdampak pada tingkat kemiskinan.

Dikatakannya, semua harus bekerja keras untuk menekan angka kemiskinan di daerah masing-masing.

“Kalau bisa dientaskan kemiskinan di wilayah masing-masing,” imbuhnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved